20

2028 Words

Dan, Radika memulai harinya dengan kepeningan di kepala yang urung berkurang. Pertengkaran cukup menguras emosi kemarin malam dengan Sasmita masih berdampak hingga detik ini juga pada dirinya. Radika enggan berhadapan terlalu lama dengan Sasmita. Bukannya karena dia ingin menghindar. Namun, Radika butuh lebih lama lagi waktu untuk menenangkan pikirannya. Misalkan saja pagi ini, ia lebih memilih untuk menikmati secangkir kopi hangat dengan duduk di gazebo. Sedangkan, Sasmita sendiri tengah membantu ibu mertuanya menyiapkan sarapan di dapur. "Buat, Bli." Tama menyerahkan lembaran kertas yang mirip dengan voucher pada kakaknya. Tanpa menaruh kecurigaan, Radika lantas mengambil kertas tersebut dari tangan Tama dan membaca sekilas rangkaian kalimat yang tertulis di atas kertas. Dahi Radika s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD