29

3365 Words

 "Ibu, suda habis Nia maem buah mangka." Kekehan tawa langsung Sasmita keluarkan mendengar ucapan putri kecilnya, terutama satu patah kata yang dilafalkan masih dengan gaya sedikit cadel. Ia menjadi gemas, terlebih lagi ekspresi lucu yang tengah ditunjukkan Agnia. Sasmita pun semakin merasakan kegemasan. Lalu, dikecup kening putrinya. Dilanjutkan ke bagian kedua pipi. "Semangka yang benar, Sayang. Bukan, mangka. Kakak Nia sudah mengerti, Nak? Mau Kakak Nia perbaiki cara bilangnya?" Agnia segera tunjukkan anggukan kepala, tanda bahwa mengerti akan apa yang diberitahukan sang ibu. "Semangkah," ujar balita perempuan itu dengan nada semakin semangat, kemudian. Kikikan tawa keluar. Senyuman lebar tercetak di wajah manis Agnia sedikit memudar, kala mendengar rengekan dikeluarkan oleh adik ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD