"Om, Nia punya adek bayi baru di rumah!" seru Agnia dengan semangat yang tinggi, memberi tahu sang paman. "Nia punya adik baru di rumah?" tanya Arsa balik guna menanggapi perkataan keponakan perempuan cantiknya. Tidak dilepaskan pusat pandangan pada sosok Agnia yang manis, kini tengah dipangku. Senyum dikembangkan oleh balita itu secara lebar mampu membuatnya terhibur. Arsa tak akan bosan berinteraksi ataupun bercanda dengan Agnia. "Iyahh, Om. Adek baru. Ibu tahu adek baru Nia. Hahaha. Adek baru gantengg!" Reaksi diperlihatkan Sasmiita, kala sang putri arahkan jari telunjuk tangan kanan padanya, yakni anggukan kepala dua kali dan semakin melengkungkan senyum di ujung-ujung bibir. Kemudian, atensi dipindahkan pada kakak sulung laki-lakinya. "Benar yang dibilang sama Agnia, Bli." Sasmit

