27

3044 Words

 "Ada adek bayi banyak sini, Ayahh. Wahhh!" Radika segera menganggukkan kepala guna tanggapi ucapan sarat akan antusiasme yang dilontarkan oleh putrinya, tengah ia digendong kini. Radika senang saja melihat ekspresi ceria pada wajah manis buah hati kecilnya. Ia merasa damai. "Ayah, apa nama ini?" tanya Agnia dengan gaya bicara polos, tetapi keingintahuan lumayan besar. Terlihat jelas dalam sorot mata yang ditampakkan, kala pandangi sosok sang ayah. "Nama tempat ini, Nak?" Radika mengonfirmasi secara ulang maksud pertanyaan diluncurkan putri kecilnya baru saja. Dan, saat menangkap anggukan dilakukan hanya satu kali oleh Agnia. Radika lantas menambah sunggingan senyum di kedua sudut bibirnya. "Namanya Yayasan Dharma, Nia. Untuk adik-adik bayi khusus, Nak." "Di sini, banyak adek bayi yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD