"Enak es, Ibuuu!" Agnia luncurkan pujian akan rasa es kirim yang disuapkan oleh sang ibu dengan seruan cukup keras. "Enak, ya? Nia pasti suka. Tapi, nggak boleh sering Nia maem es krim. Dua minggu lagi baru Ibu kasih beli es krim." Agnia mengangguk cepat guna membalas ucapan dari sang ibu. Ditatap lekat sembari memamerkan senyuman yang manis pada ibunya. "Kenapa nggak boleh Nia maem banyak es krim, Ibu? Nia bisa sakit pilek sama batuk?" tanyanya polos. "Iya, Sayang. Nia nanti bisa sakit. Jadi, harus sedikit es krim yang boleh Nia maem." Sasmita menjawab dalam alunan suara lembut seraya berikan afeksi berupa usapan di kepala. "Nia harus nurut sama Ibu, yah. Nggak boleh banyak-banyak maem es krim supaya nggak sakit. Mau, Sayang?" Kembali, anggukan tanda mengerti Agnia lakukan dan kian

