25

3045 Words

                "Ibu kenapa belum bangun, Ayah? Ibu ngga mau maem nasi goreng sama Nia sama Ayah?" Agnia luncurkan pertanyaan, setelah didudukkan di atas safely baby booster depan meja makan oleh sang ayah. Atensi balita itu dipusatkan pada ayahnya. "Biarkan Ibu tidur dulu, Sayang. Ibu capek dan kurang enak badan. Nia sama Ayah saja yang sarapan. Nggak apa-apa, Nak?" Agnia cepat mengangguk guna mengiyakan. "Yaa, Ayah." "Apa Ibu sakit, ya Ayah?" tanya balita perempuan itu polos, namun Ingin tahu bagaimana kondisi sang ibu yang sebenarnya. "Nggak, Nia. Ibu nggak sakit. Cuma Ibu butuh istirahat dan tidur lebih lama, Nak. Ibu kelelahan karena terus bikin bunga," jawab Radika dengan sedikit bumbu kebohongan.Tak mungkin ungkapkan secara jujur. Terlebih, putrinya pasti akan belum dapat memaha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD