Radika hampir lupa jika sekarang adalah hari anniversary pernikahannya dengan sang istri. Ia belum menyiapkan kejutan sama sekali karena kesibukkan mengurus yang sangat menyita waktu. Ia hanya bisa memikirkan kado spesial akan diberikan untuk wanita itu nanti. Dan, walau pekerjaan menumpuk, Radika memilih pulang dari kantor lebih awal, yakni pukul empat sore. Maju dua jam. Atas permintaan buah hatinya, tentu sja. Tidak apa-apa bagi Radika mengesampingkan urusan bisnisnya sejenak. Keluarga tetap menjadi prioritas utama dalam hidupnya. "Om Swastyastu." Radika lontarkan salam seperti biasanya, ketika baru saja memasuki areal ruang tamu di kediamannya. "Kenapa sunyi?" Radika bergumam sendiri karena tak lihat istri atau kedua buah hatinya menyapa, suasana terasa begitu sepi. "Pada ke mana?

