32

1513 Words

"Ibuuuu!" Seruan yang dilontarkan sang putri, menyebabkan Sasmita cepat alihkan atensi dari ponselnya. Lantas, memandang ke depan, tepatnya pada sang putra yang tengah membawa buket berisikan bunga lili. Ia segera mengulum senyuman bangga dengan lebar. "Kemari, Sayanggg!" Sasmita memanggil lembut, meskipun intonasinya sedikit keras. Tangan kanan dilambai-lambaikan. "Okee, Ibuuu! Asna datanggg! Hiatttt!" Kekehan tawa tidak dapat Sasmita cegah keluar mendengar sang buah hati yang membalas dengan seruan tak kalah kencang dan bersemangat. Ia segera saja meluruskan kedua tangan, sudah pasti tujuannya agar Asnatha mengetahui bahwa ia ingin batita itu lekas menghampiri. Benar, Sasmita hendak menggendong putranya. Lebih tepat, didudukkan atas pangkuan dan berikan pelukan sayang. "Ini bunga, I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD