Ujian Bertubi tubi

1988 Words

Rumah yang aku perjuangkan dari jaminan hutang ku di bank. Rumah yang dengan susah payah aku pertahankan dengan keringat, air mata dan darah. Entah bagaimana caranya, aku harus bisa pertahankan satu-satunya harta benda yang kumiliki, dengan maksud kelak anakku satu-satunya lah yang akan mewarisi sisa-sisa warisanku. Ternyata cita-citaku meleset jauh, anakku yang ku harapkan mau hidup bersama aku, orang tua satu-satunya yang tersisa, diluar dugaanku malah meninggalkanku. Kehidupan indah itu berawal saat bersama suamiku. Usaha kami saat itu hanya sebuah toko meubel. Tokonya pun hanya berukuran kecil, yang penting bisa memuat barang-barang contoh. Tempat usahanya pun saat itu masih kontrak. Beruntung lokasi usaha ku dengan suami kala itu sangat strategis, di pinggir jalan utama Kota Tepian.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD