Menghapus Buhul

2245 Words

Keesokan harinya aku dan beberapa keluargaku mencoba mencari sesuatu yang dikatakan ‘orang’ tersebut. Hari itu sengaja warung kami liburkan. Beranjak ke malam hari, kami bertindak. Sengaja dilakukan malam hari agar terhindar fitnah orang. Kami gali tanah depan warung yang biasa menjadi tempat kami masak. Belum semenit kami gali tanah dan tidak begitu dalam, sudah terlihat sebuah kain putih yang usang dan terdapat bercak-bercak merah seperti darah, biasa orang menyebutnya buhul. Kain itu tidak terlalu panjang hanya berapa centi panjangnya. Ternyata memang benar yang dikatakan ‘orang’ itu. Selama kami menggali tadi, selama itu juga kami diselimuti hawa dan bau yang tidak sedap, wangi bunga dan bau yang begitu busuk.  Barang yang kami dapat tadi kami kembalikan ke ‘orang’ pintar tadi. En

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD