Seiring waktu karena uletnya suami ku, dalam waktu setahun usaha kami mengalami kemajuan yang sangat pesat. Padahal di sepanjang jalan tersebut usaha yang sama dengan kami juga banyak, bahkan ada yang lebih besar dari kami. Semakin berkembangnya usahaku, tidak berbanding lurus dengan usaha sainganku. Satu persatu mereka gulung tikar. Aku tidak tahu penyebabnya, pikirku dalam persaingan usaha sudah biasa terjadi seperti itu. Tidak ada hal-hal yang aneh saat kami berjualan meubel. Hingga akhirnya hanya tersisa 1 atau 2 toko saja yang buka, itupun isinya hanya sekedarnya. Sementara aku sudah tidak menyewa lagi. Ruko yang semula ku sewa sudah beralih tangan menjadi milik suamiku, tentu saja melalui campur tangan bank prosesnya. Enam bulan kemudian, aku dan suami membuka cabang lagi di lokas

