"Tuan...!!" Suara Martin membuyarkan lamunan Akbar. Ia pun segera merubah ekspresinya kembali normal. "Ayo.. Martin..!! kita masuk...sepertinya hari ini aku akan makan banyak!" Serunya dengan langkah lebar memasuki Mall Hal itu justru membuat Martin heran. Pasalnya, baru kali ini sang Tuan terlihat begitu bersemangat jika di ajak untuk makan siang. Biasanya, Akbar akan mau makan jika ingin. "Ba-baik Tuan Keduanya pun masuk menyusul keluarga kecil yang sedang berjalan bergandengan tangan. Terlihat begitu harmonis. Namun, keluarga kecil itu sama sekali tak menyadari jika saat ini mereka sedang di ikuti oleh seorang Akbar Wiriadinata. "Ayah...Alif mau main itu Yah.." ucap Alif menunjuk mainan bola-bola dan sebuah perosotan berbentuk rumah. "Ok Boy...!!!" Setelah membeli koin, Ares

