Takut?? Tentu saja Danisa takut. Orang yang selama ini menjadi penyebab penderitaan di dalam hidupnya tiba-tiba berada di hadapannya saat ini. Memori enam tahun lalu kembali berputar bagai kaset rusak di dalam pikirannya. Tiba-tiba pandangannya mulai kabur. Hingga tiba-tiba berubah gelap. Beberapa menit kemudian. "Eungh...." Suara lenguhan Danisa, menyadarkan Ares yang baru saja hendak memejamkan mata. "Sayang..." Ares langsung saja menghampiri Danisa yang terbaring lemah di atas brangkar. Seketika Ares pun memberikan kecupan sayang di kening Danisa. "Bang....Nisa kok ada di sini???" Tanya Danisa menatap bingung ruangan serba putih khas ruang perawatan. "Tadi kamu pingsan sayang...!!" "Pingsan??? tapi... Danisa kembali teringat saat dirinya hendak keluar dari toilet dan tak senga

