Chapter. 33

1157 Words

Seketika air muka Malika berubah masam ketika melihat tatapan Aftar bagai pisau yang begitu tajam menghunus ke arahnya. Ia merasa tenggorokannya kering. Tiba-tiba Ia seperti berada di tempat tandus yang kekeringan. Tak ingin dicurigai, Malika pun kembali menetralkan degup jantungnya yang sebelumnya berdetak begitu cepat. 'Si kulkas denger ngga sih??' "Sedangkan Aftar, melihat reaksi Malika yang salah tingkah pun hanya tersenyum miring. Ia tahu, gadis itu baru saja mengatai dirinya. Jadi, kesempatan baginya untuk kembali mengerjainya. "Waaahhh...pak Dokter bawa kado apa tu?? kayanya gede banget..!!" Tanya Bu Rati saat matanya tak sengaja menoleh pada kotak persegi yang di bawah oleh Mang Asep. "Itu hadiah buat si Baby twins Tante..?" Jawab Aftar tersenyum ramah pada Bu Ratih. Namun ek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD