Hartono benar-benar membuktikan ucapannya. Ia sengaja mengirim Putri ke Kanada. Bukan hanya itu, Hartono memperketat penjagaan terhadap putrinya itu dengan beberapa orang bodyguard yang Ia sewa, agar anak gadisnya itu tak melarikan diri. "Aku benci Ayah!!! benciiiiii!!?" Teriak Putri frustasi sebab sang Ayah benar-benar tak memperdulikan perasaannya. "Maafkan Ayah nak...hanya ini jalan satu-satunya untuk menyelamatkan dirimu dan Ayah... Ayah tak ingin mengorbankan banyak pekerja demi menuruti keinginanmu yang tak mungkin terwujud itu nak... Maaf...maafkan Ayah Putri...!!" "Pergi!!?..Pergiiiii!!!" Teriak putri pada sang Ayah. Saat ini Ia benar-benar kecewa dan tak ingin melihat wajah Ayahnya lagi. "Semoga kau bisa mengerti Nak!!!" Hartono meninggalkan kamar Putri. Kali ini Ia benar-

