“Pak..? ngapain?” tanya Jya setelah melihat yang datang menemuinya sesuai dengan apa yang tengah dipikirkannya. Reihan, nama laki-laki pemiliki senyum manis sekaligus tampan menurut para mahasiswanya. “Gak ketemu beberapa hari bikin kangen,” ucap Reihan. “Anda menggombal sekali,” bantah Jya dan mengambil posisi duduk di seberang Reihan. “Gimana?” “Apanya?” “Ke Bali kemarin, seru?” “Banget,” jawab Jya bernada sarkas dan wajah yang terkesan mengejek, untuk dirinya sendiri. “Lain kali aku kasih tiket gratis ke sana, liburan bareng,” ucap Reihan langsung. “Hmh? Apa apa?” “Pura-pura gak denger si Ibu..!” teriak Anhe yang baru saja lewat dari depan menuju ruang fitting sambil membawa beberapa kain yang akan design baru Jya. Jya mendelik gemas pada Anhe yang menggodanya. Lalu fokus ke

