@TILOEF Bekas hujan semalaman suntuk masih terasa di pagi harinya. Di subuh yang sangat dingin sampai pagi pun masih sama dinginnya. Tidak ada kata bergelung nyaman di bawah selimut bagi Jya. Pukul lima ia sudah bangun. Paginya ia bersiap untuk berangkat ke butik. Baru Jya hendak membuka pintu depan. Saat kunci pintu terbuka, Jya langsung disambut oleh Aleta di ambang pintu dengan tatapan marah kepada Jya. “Kenapa?” Plak! Baru mengucapkan satu kata Jya langsung disambut dengan tamparan keras dari Aleta. Wajah Jya langsung terperaling ke samping, memerah, dan berbekas terasa perih di kulit pipinya. Jya menolah menatap lurus dengan wajah bingung tapi juga menahan emosi. “Kenapa?” tanya Jya sekali lagi. “Lancang banget kamu ya! aku nyuruh kamu datang ke apartment tapi kamu gak dat

