@TILOEF “Maafkan kekacauan tadi, saya hanya sedikit tertarik dengan percakapan kalian tadi. Saya mengenal suaranya jadi saya ya…. Maaf tadi saya sedikit mengintip apa yang kalian lakukan,” ucap Jeyana dengan suara lembut dan dengan senyumannya. Staff cukup terkejut dengan suara lembut bos mereka. Jarang sekali mereka mendengarnya karena Jeyana biasa berbicara tegas, dingin, dan kadang formal. Tidak mendapatkan respon apapun dan masih dengan tatapan tajam dari Tia, Jeyana kembali menjelaskan pada calon istri mantan kekasihnya itu. “Saya Jeyana, kebetulan saya adalah pemilik butik ini dan ya jangan khawatir calon suamimu akan tertarik pada saya. Barra kau tidak sedang mengingat masa lalu bukan?” tanya Jeyana dengan menekan kalimat akhirnya. Barra bingung tapi dia mengangguk saja dengan l

