Rasa penasaran membuat Levin kesulitan berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaannya. Sejak pagi, pikirannya tak lepas dari Jesslyn. Ia sudah mendapat laporan dari anak buahnya bahwa Indra telah pergi meninggalkan kota. Artinya, hubungan antara Jesslyn dan pria itu benar-benar berakhir. Levin tahu, itulah tanda bahwa Jesslyn akhirnya memilih dirinya. Senyum kecil muncul di wajahnya. Ada rasa lega dan bahagia yang menelusup perlahan. Mungkin, hubungan mereka akan membaik setelah semua badai itu berlalu. Mungkin, keinginannya untuk memiliki keluarga yang utuh dan bahagia tidak lagi menjadi sekadar impian. Dulu, ia terlalu sibuk mengejar ambisi dan mengabaikan rumah tangganya. Ia kehilangan istrinya bukan hanya karena kehadiran orang ketiga, tapi karena kelalaiannya sendiri. Kesalahan itu tela

