Kepulangan Jesslyn sore itu membuat ayahnya, Jason, benar-benar terkejut. Bukan karena kedatangannya yang mendadak, melainkan karena putrinya pulang dengan wajah pucat dan mata sembab. Tanpa sepatah kata pun, Jesslyn langsung masuk ke kamarnya dan mengunci diri di dalam. Jason mondar-mandir di ruang tamu, gelisah tak karuan. Ia takut, barangkali Jesslyn dan suaminya baru saja bertengkar. Dalam hatinya yang paling dalam, ada rasa takut yang lebih besar, takut kalau-kalau Levin, telah menyakiti putrinya. Ia menatap ke arah tangga yang sepi, menimbang-nimbang. Ingin rasanya ia memanggil Jesslyn dan menanyakan apa yang terjadi, tapi ia juga ragu. Jika benar Levin telah berbuat kasar, apa ia berani membawa pulang putrinya dan menjauhkannya dari pria itu? “Kenapa Daddy terlihat gelisah se

