Bab 63. Selamat Tinggal

1044 Words

Langit sore tampak muram, seolah ikut mengerti apa yang akan terjadi. Hembusan angin membawa aroma tanah basah, sisa hujan tipis yang turun sejak siang. Di bawah rindang pohon trembesi yang rimbun, Jesslyn berdiri sendiri. Tempat itu dulu begitu berarti bagi mereka berdua, tempat di mana Indra pernah bersumpah akan melindunginya, dan kini, menjadi saksi berakhirnya semua janji itu. Langkah-langkah kaki terdengar mendekat. Indra muncul dengan jaket hitamnya yang basah di bahu, wajahnya tampak lelah, namun matanya tetap sama, hangat dan lembut seperti dulu, mata yang dulu membuat Jesslyn jatuh cinta tanpa syarat. Jesslyn terpaku. Lidahnya kelu, perasaannya berkecamuk di d**a. “A-apa kau baik-baik saja?” tanyanya pelan, hampir seperti bisikan. “Tidak,” jawab Indra tanpa ragu. “Aku tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD