Bab 59. Tidak Ada Yang Menang

1016 Words

Malam datang perlahan, seperti tirai hitam yang menutupi langit kota. Lampu-lampu rumah telah menyala, tapi suasana di dalamnya terasa begitu sunyi. Jesslyn duduk di ruang tamu dengan secangkir teh yang sudah lama dingin. Matanya terus menatap jam di dinding. Jarum jam sudah melampaui sembilan malam, tapi Levin belum juga pulang. Dia sudah mencoba menelepon dua kali, tapi Levin tidak juga menjawab penggilannya. Jesslyn mengusap wajahnya, apa Levin tidak akan pulang dan masih marah? Dia kembali mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Levin. Dia kira Levin tidak akan menjawab lagi tapi ketika dia hendak mengakhiri panggilan, suara pria itu terdengar. "Le-Levin, Apa kau tidak pulang?" “Aku masih ada urusan, mungkin pulang sedikit malam. Tidurlah lebih dulu, jangan menunggu.” “Apa kau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD