Maria berdiri di balkon gedung latihan yang sepi. Langit sore mulai berubah warna, jingga keemasan yang lembut. Namun, bayangan di wajahnya sama sekali tak tenang. Jemarinya memainkan ponsel di tangan, berulang kali menatap nama di layar ponsel, Ethan Crowell. Tunangannya. Pria muda dengan latar keluarga terpandang dan kekuasaan besar di dunia hiburan. Di kalangan penari dan pelatih, nama Ethan bukan sekadar terkenal, dia adalah seseorang yang bisa mengubah karier siapa pun hanya dengan satu perintah. Maria menggigit bibir, menekan tombol “panggil”. Nada sambung berdering beberapa kali sebelum suara berat di seberang menjawab, “Maria? Tumben kau menelepon di jam latihan.” Maria menarik napas panjang, berusaha terdengar manja meski dadanya dipenuhi amarah. “Aku butuh sedikit bantuanmu,

