Bab 97. Akan Mengijinkan

1024 Words

Sinar matahari pagi menembus lembut melalui tirai jendela yang sedikit terbuka. Udara hangat menyentuh kulit Jesslyn ketika matanya perlahan terbuka. Masih ada sisa kehangatan tangan yang melingkar di pinggangnya, hangat, namun juga terasa menekan. Ia tidak bergerak. Hanya diam, membiarkan dirinya tenggelam dalam dekapan itu. Ada kenyamanan di sana, tapi juga kegelisahan yang menyesakkan d**a. Karena ia tahu, jika ia bangun dan membuka mata, pertengkaran pasti akan menunggu. Levin masih belum bisa menerima keputusannya. Baginya, impian Jesslyn hanyalah ancaman. Pria itu terlalu terikat pada bayangan masa lalu, pada luka yang ditinggalkan mantan istrinya. Ia selalu mengira Jesslyn akan mengulang sejarah yang sama. Padahal, dunia yang ingin dimasuki Jesslyn bukanlah dunia glamor yang mema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD