Bab 78. Akan Membantu

1123 Words

Pagi itu, sinar matahari menembus lembut melalui celah jendela besar rumah mereka. Aroma kopi dan roti panggang memenuhi udara, aroma yang seharusnya menenangkan, namun bagi Jesslyn justru menimbulkan rasa canggung yang sulit dijelaskan. Begitu Jesslyn masuk ke dalam rumah, ia melihat Levin berdiri di dapur dengan apron hitam melingkar di pinggang. Bahunya yang bidang tampak santai, namun setiap gerakannya presisi dan teratur. Jesslyn terpaku sejenak. Pemandangan seperti ini bukan hal biasa. Dia tidak ingat pernah melihat Levin berdiri di dapur, membuat sarapan seolah hal itu sudah terbiasa dia lakukan. “Kau sudah pulang.” Levin menoleh, suaranya tenang tapi dalam. “A-apa yang sedang kau lakukan?” Jesslyn menghampiri, terlihat sedikit canggung. Levin tersenyum, “Membuat sarapan un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD