Bab 44. Akan Merebutnya

1029 Words

Pagi datang, tetapi tubuh Jesslyn terasa begitu lelah. Semalaman Levin tidak melepaskannya, pria itu menuntut kepemilikan atas dirinya tanpa ampun. Jesslyn terbaring diam, membiarkan tangan Levin menyusuri lengannya. Tidak ada percakapan. Jesslyn memilih bungkam, sementara Levin tahu setiap pertanyaan yang terlontar hanya akan memicu pertengkaran baru. Keheningan itu pecah saat ponsel Jesslyn berdering. Ia mendesah pelan, tangannya refleks mengusap pinggang yang masih nyeri. Melihat itu, Levin segera memindahkan tangannya ke pinggang istrinya, mengusap lembut. “Apakah kau baik-baik saja?” tanyanya pelan, terdengar khawatir. “Pertanyaan itu, untuk apa?” Tanya Jesslyn lirih, “Jika benar kau mengkhawatirkanku, seharusnya kau tidak menerjangku membabi buta seolah-olah esok tidak ada lagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD