Sorotan lampu kembali menyorot ke tengah panggung. Musik kemenangan bergema, riuh tepuk tangan penonton menggema dari segala penjuru. Jesslyn berdiri di atas panggung dengan napas masih tersengal, wajahnya sedikit pucat, tapi senyumnya tulus. Sofia melambai padanya, dia dapat melihat ayah dan kakaknya dengan jelas. Tapi dia mencari sosok suaminya, yang sangat ingin dia lihat sejak tadi tapi Levin tidak ada di antara penonton. Padahal dia sangat ingin Levin berada di sana ketika pengumuman hasil dari kompetisi. Dia tidak begitu berharap banyak karena dia tahu banyak peserta yang menari jauh lebih baik dari pada dirinya. Pertama yang diumumkan adalah juara favorit, lalu juara lainnya. Semua peserta tampak tegang. d**a berdebar kencang sampai membuat Jesslyn seperti tak mendengar lagi

