Bab 92. Malam Kemenangan

1017 Words

Langit malam tampak jernih ketika Jesslyn pulang. Cahaya bulan menelusup di sela tirai mobil, menyentuh wajahnya yang masih menyisakan senyum dan sedikit air mata bahagia. Piala berlapis emas itu tergeletak di pangkuannya, dingin di tangan, tapi hangat di hati. Mobil berhenti di depan rumah. Dari balik kaca, ia melihat cahaya lembut menyorot dari ruang tamu. Ia tahu, Levin menunggunya di sana. Jantungnya berdetak lebih cepat. Rasanya tidak sabar menunjukkan kemenangannya pada Levin. Begitu membuka pintu, aroma kopi dan wangi lembut khas Levin menyambutnya. Jesslyn tersenyum, sepatu dilepas dengan tidak sabar dan setelah itu dia bergegas ke ruang tamu. Levin berdiri di sana, dengan kemeja hitam sederhana, lengan tergulung sampai siku. Di meja, dua cangkir teh hangat menunggu—dan di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD