Bab 31. Kenangan Masa Lalu Dan Permintaan Maaf

1054 Words

Ruang kerja Levin dipenuhi keheningan. Hanya suara detik jam di dinding yang sesekali terdengar, menusuk seperti jarum dalam ruang sunyi itu. Ia duduk di kursinya, segelas anggur merah di tangan, namun matanya terpaku pada bingkai foto yang berdiri anggun di atas meja. Wajah seorang wanita muda tersenyum lembut di balik kaca bening. Senyum itu masih sama seperti lima tahun lalu, sebelum takdir merenggutnya secara kejam. “Olivia…” bisiknya lirih, nyaris tak terdengar. Ada luka yang tak pernah benar-benar sembuh di dalam d**a Levin. Malam-malam tanpa tidur, tatapan kosong ke langit-langit kamar, dan rasa bersalah yang tak pernah bisa dia enyahkan. Olivia meninggal dalam pelukannya. Semua gara-gara dirinya sehingga dia tidak pernah membantah gosip buruk itu. Dia pun tidak pernah membela di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD