Hari itu juga, Sofia dipindahkan ke rumah sakit pribadi milik keluarga Levin. Jesslyn menemani—bukan hanya karena rasa tanggung jawab, tapi karena hatinya tidak akan tenang sebelum memastikan sahabatnya benar-benar baik-baik saja. Levin mengurus semuanya dengan cepat dan tanpa banyak bicara. Sofia dipindahkan ke ruang rawat terbaik—ruangan eksklusif dengan fasilitas lengkap dan suasana hangat yang jauh dari kesan rumah sakit biasa. Jesslyn mendorong kursi roda sahabatnya, mengikuti seorang perawat yang menuntun mereka menuju ruangan tersebut. Begitu pintu terbuka, Sofia terpaku. Pandangannya menyapu setiap sudut ruangan yang luas dan mewah itu—dinding berlapis marmer putih, sofa lembut di sudut, hingga jendela besar yang menghadap taman kecil. “Apa ini tidak terlalu berlebihan, Jesslyn?

