Perjodohan 1

1927 Words
seluruh kegaiatan camping telah berakhir hari ini para santri dan para guru sedang membereskan semua peralantan untuk di naikan ke dalam truck dan memastikan kembali supaya tidk ada yang tertinggal. Jayyid POV "Yid bawa motor nya jangan ngebut-ngebut ya... nanti kita di belakang kamu" ucap mba Rois sambil memandang ke arah Rahmah.. "waduh.. aku ga langsung ke madrasah mba.. aku ada perlu dulu mba" "ada perlu apa emang yid, awas loh jangan balik ke masa-masa jahiliyah" ucap mba Rois tegas. "Tenang aja mba, aku akan berusaha untuk jadi laki-laki yang pantas buat dia" ucap ku sambil memberikan senyum kearah Rahmah. "bener loh ya.. jangan sampai tersesat lagi" "insya Alloh enggak mba.. aku mau ngecek barang di toko,, kemarin orang ku info katanya barang dari bandung sudah sampe". "kamu punya toko?" tanya mba Rois heran "alhamdulillah mba, masih kecil-kecilan" "keren..." ucap mba Rois sambil mengacungkan jempol nya. "terus yang bawa motor cuma satu dong..." "gini aja mba biar mas Taslim aja yang bawa motor mba Rois sama Rahmah ikut Bus aja" kemudian aku memanggil mas Taslim dan memintanya untuk membawa motor nya Rahmah dan mas Taslim pun menyetujui nya. "ya udah aku duluan ya... kalian hati-hati di jalan" ucap ku sambil memakai helm kemudian men-start motor ku. "iya kamu juga hati-hati ya yid..."ucap Rahmah "Assalamualaikum" "waalaikumussalam" ucap Rahmah dan mba Rois. ******** author POV Kegaiatan Camping sudah berakhir sejak dua bulan yang lalu dan saat ini sedang diadakan ujian kenaikan kelas. saat ini Rahmah sedang mengawasi santri yang sedang melakukan ujian kenaikan kelas, namun pikiran sedang tidak dapat fokus Rahmah masih saja selalu di bayangi oleh kata-kata Jayyid "aku akan berusaha untuk menjadi laki-laki yang pantas untuk dia". "Jayyid kemana ya.. sudah hampir dua minggu aku tak pernah melihat nya sudah apa dia sudah keluar dari madrsah ini? apakah dia masih merasa tidak pantas untuk menjadi bagian dari madrasah ini? bukan kah dia akhir-akhir ini sudah jauh lebih baik.. bahkan sudah tidak terlihat lagi sikap Jayyid dahulu yang sangat di benci orang. Ya Rabb aku merasa bersalah karena aku pun kemarin masih mempunyai penilaian j***k terhadap Jayyid karena masa lalu nya. ya setiap orang pasti bisa berubah menjadi lebih baik. ya akun yakin Jayyid bisa menjadi laki-laki yang baik lagi" "Rahmah" "Rahmah" panggil mba Rois dengan nada sedikit tinggi karena panggilan pertamanya di abaikan "eemm eh mba apa sih? pelan sedikit dong suara nya ganggu yang lagi ujian tau" ucap Rahmah dengan suara pelan. "ganggu anak-anak ujian atau ganggu kamu yang lagi ngelamun, mikirin apa sih?" "aku ga mikirin apa-apa kok.. aku lagi fokus perhatiin anak-anak yang lagi ujian tau mba" ucap Rahmah sambil memainkan pulpen di tangan nya untuk menghilangkan gugup karena ketahuan melamun oleh mba Rois. "atau aku tanya mba Rois aja ya tentang Jayyid?" gumam Rahmah dalam hati "eem oh iya mba, Jayyid kemana ya? kok ga pernah kelihatan" ucap Rahmah dengan nada ragu. "ooooooh dari tadi kamu lagi mikirin Jayyid toh?"ucap mba Rois sambil tersenyem kecil tanpa memandang Rahmah. "iya...eeehhh enggak kok enggak" jawab Rahmah gugup "iya juga ga apa-apa, eemm dua minggu yang lalu mba, ketemu Jayyid waktu selesai ngajar di gedung putri, katanya dia mau memper siapkan diri untuk sidang skripsi nya, dan sudah mendapatkan ijin dari ustadz Zakaria untuk sementara waktu dia tinggal di kosan nya dulu, emang dia ga ngabarin kamu?" "kenapa cuma mba Rois yang di kasih tau?" ucap Rahmah yang kini dengan nada sedikit kesal "ga cuma mba kok yang tau.. mas Taslim, Parsan, Rizki, Mas Muhlisin mereka juga pada tau" 'kenapa aku ga di kasih tau ya.. apa aku ga penting" ucap Rahmah lirih namun masih bisa terdengar oleh mba Rois "ya mungkin Jayyid sadar kalo dalam hati kamu, kamu ga suka dia" ucap mba Rois sambil tersenyemum kecil yang mampu membuat Rahmah merutuki kesalahan nya atas prasangka dan kata-katanya tentang Jayyid beberapa waktu lalu ke mba Rois. "mba seperti nya tau banyak tentang Jayyid ya, apa jangan-jangan mba juga suka sama dia?" tanya Rahmah penasaran "ya Jayyid dari dulu waktu masih Aliyah memang sering cerita ke mba.. kadang kirim surat kadang ngomong langsung tapi ga pernah dia bilang suka ke mba, sampai ketika dia udah kuliah pun dia sering chat mba cerita-cerita tentang kampus nya sampe akhirnya dia memutuskan untuk mengabdikan diri di madrsah ini" ucap mba Rois panjang lebar. kriiing kriiing kriiing bel tanda waktu ujian habis telah berbunyi, para santri mengumpulkan lembar soal dan jawaban di meja pengawas. dan hari ini adalah hari terakhir ujian. maka besok para santri di perbolehkan untuk pulang ke rumah nya masing-masing. 'kalo kamu ada waktu mba pengen cerita ke kamu Rahmah" kata mba Rois sambil merapihkan lembar soal dan jawaban. "nanti setelah sholat Dzuhur aku kemar mba ya.." "Siip" ucap mba Rois sambil tersenyum". Dreeeet Dreeeet Dreeet handpone Rohmah bergetar dan ketika di lihat di layar kaca ada panggilan masuk dari ustadz Zakaria dan Rahmah pun menggeser tombol hijau "assalamualaiku" salam Rahmah ----------------- "ada apa ustadz?" ---------------- "baik ustadz sebentar lagi saya kesana" -------------------- "waalaikumussalam" tut tut tut "siapa Rahmah?" tanya mba Rois "ustadz Zakaria minta saya ke ruangan nya, ada apa ya?" "ya udah kamu duluan aja, biar mba yang selesain ini" ucap mba Rois menyeruh Rahmah "iya mba, makasih ya" Rahmah POV Tok tok tok "assalamualaikum" ucap ku setelah mengetok pintu ruang kepala madrasah yang tidak tertutup "waalaikumussalam, masuk Rahmah silahkan duduk" "baik, terima kasih ustadz" ucap ku sambil duduk di sebrang meja ustadz Zakaria. "bagaimana mengawasi ujian nya lancar" ucap ustadz Zakaria "alhamdulillah lancar Ustadz" ucap ku masih dengan menundukan kepala. "begini Rahmah.. ustadz langsung saja ke intinya ya.. ustadz dan beberapa ustadz ndalme disini kemarin bermusyawarah dan sepakat untuk menjodokan kamu dengan Rizki" DEG Tiba-tiba nafas ku terasa sesak mendengarkan perkataan ustadz Zakaria tadi "maksud ustadz gimana?" ucapaku lirih karena aku merasa tiba-tiba tertimpa batu besar di d**a ku "begini Rahmah, kami para ustadz ndalem ingin menjodokan kamu dengan Rizki. maksud kami agar kalian berdua bisa terus mengabdikan diri dan mengamalkan ilmu kalian di Madrasah ini. selain itu kami ingin Kalian nanti nya menjadi tumpuan di madrasah ini" "tapi Ustadz.. saya bel----" "kamu ga harus jawab sekarang... saya juga baru akan membicarakan ini dengan Rizki nanti sore, tapi saya harap setelah liburan santri selesai kamu bisa memberikan jawaban yang kami harapkan, setelah itu baru kami akan bicarakan dengan orang tua kamu" "baik ustadz kalo begitu saya akan pikirkan dulu" "ya sudah sekarang kamu boleh kembali" "terima kasih Ustadz saya permisi assalamulaikum" ********* outhor POV Setelah selesai melakasanakan sholat dzuhur Rahmah langsung pergi ke kamar mba Rois, karena tadi Rahmah sudah berjanji akan mendengarkan cerita dari mba Rois dan mungkin Rahmah pun akan menceritakan tentang perkataaan ustadz Zakaria tadi. ya mungkin mba Rois bisa memberikan solusi. karena mba Rois masih sibuk mengurus para santri putri yang akan pulang ke rumah masing-masing Rahmah memutuskan untuk menunggu nya di dalam kamar, Rahmah merbahkan tubuh nya diatas kasur. pikiran nya masih melayang mengingat apa yang di sampaikan oleh ustadz Zakaria, mengingat mengapa hanya dia yang tidak di beri tahu kalo Jayyid hari ini sedang sidang skripsi. "Ya Rabb mengapa aku di hadapkan pada kondisi seperti ini... hati ku entah mengapa merasa tak senang dengan perjodohan ini, padahal Rizki adalah lelaki yang baik. apakah aku sudah merasa menyukai laki-laki yang lain, siapa?? Jayyid kah? Jayyid orang yang sedang memantaskan diri nya untuk mendapatkan wanita yang baik. apakah aku seorang wanita yang baik. Ya Alloh hamba bingung" Rahmah bermonolog dalam hati. tanpa dia sadari air matanya mengalir membasahi pipi nya.. "assalamualaikum" ucap mba Rois memasuki kamar nya.dan kaget melihat Rahmah yang sedang menangis "Waalaikumussalam" jawab Rahmah sambil mengahapus air matanya. "kamu kenapa nangis Rahmah?" tanya mba Rois sambil mendekati Rahmah "aku ga apa-apa mba" ucap Rahmah sambil menahan tangis nya "Rahmah.. kalo kamu ada masalah kamu bisa cerita sama mba, mba tuh dah anggap kamu adik mba sendiri" ucap mba Rois sambil memeluk Rahmah. "mba.. aku boleh cerita, tapi mba janji jangan bilang siapa-siapa.. mba juga janji jangan ngetawain aku termasuk sama Jayyid juga soal nya mba kan akrab sama Jayyid"ucap rahmah sambil mengusap air matanya dan berhenti menangis "iya mba Janji" ucap mba Rois sabil memperihat 2 jari membentuk huruf V "mba, mba kan tau aku selama ini ga pernah deket sama laki-laki.. bahkan aku jarang komunikasi sama laki-laki kalo ga perlu, aku sendiri ga pernah peduliin sikap laki-laki sama aku mba, tapi akhir-akhir ini entah kenapa aku merasa ada kenyamanan waktu dapat perhatian dari Jayyid waktu aku ngobrol sama dia.. padahal aku ga mengaharapakan dia mba...bahkan ketika dua minggu aku ga liat dia serasa ada yang hilang.. dan ketika aku tau cuma aku yang ga tau dia hari ini mau sidang skripsi pun aku merasa sedih karena aku merasa aku ga penting.. padahal aku sadar aku ga ada hak apapun... aku bingung mba" mba Rois terdiam kemudian dia tersenyum kepada ku "kamu tau Rahmah... kamu itu suka sama Jayyid.. tapi kamu gengsi sama diri kamu sendiri karena masa lalu Jayyid yang j***k karena Jayyid karena perangai Jayyid bukan idaman seorang wanita di lingkungan kita... bahkan mungkin kamu takut seandai nya Jayyid suka sama kamu dan melamar kamu, keluarga mu ga akan nerima dia..ya kan? "iya mba aku takut kalo sampai Jayyid suka sama aku, aku takut karena aku mungkin harus menolak dia, tapi aku juga ga mau menyakiti orang lain" "kamu kok ngomong nya jadi muter-muter gitu sih, mba jadi bingung" "mba aku jujur sama mba, kalo aku sudah mulai suka dengan Jayyid, tapi mba.. aku di Jodohkan dengan Rizki oleh Ustadz Zakaria dan Ustadz-uztadz Ndalem disini mba" "HAAAAHHHHH" ucap mba Rois keras karena kaget mendengar penuturan Rahmah, ya bukan penuturan Rahmah tentang pengakuan cinta nya pada Jayyid tapi tenatang Rahmah yang di jodohkan dengan Rizki. Ting Handpone mba Rois berbunyi tanda pesan masuk "assalamualaiku mba,, alhmdulillah Aku lulus Sidang Skripsi nya mba" "waalaikumussalam, selamat Jayyid" "iya sama-sama mba, mba dua bulan lagi aku akan wisuda, setelah wisuda aku akan mengkhitbah nya mohon doa nya semoga di lancarkan ya mba, tapi mba jangan kasih tau dia dulu ya mba.. awas loh" "iya Jayyid mba doakan yang terbaik buat kamu dan dia nya kamu" "oke makasih mba.. assalamualaikum" "waalaikumussalam" tanpa terasa air mata keluar dari kedua mata mba Rois.. dia tak menyangka kedua sahabat nya yang ternayata saling mencintai namun saling memendam.. namun mengapa saat sudah lebih dekat untuk saling menghalalkan malah muncul batu besar di tengah-tengah mereka "ya Rabb berikan lah yang terbaik untuk kedua nya" gumam mba Rois lirih "mba kenapa nangis, mba dapat kabar buruk? siapa yang kirim pesan" tanya Rahmah merasa cemas "kabar baik Rahmah, Jayyid sudah selesai sidang nya dan dia lulus... dan dia akan ikut wisuda dua bulan lagi dan dia akan----" tiba-tiba mba Rois menghentikan ucapan nya. "kok berhenti... dia akan apa mba?" tanya Rahmah penasaran "ooh emm dia akan langsung pulang ke rumah nya" "eemm mba mungkin aku saja yang merasa GR atas perhatiannya Jayyid kemarin-kemarin ya.. mungkin dia hanya menggap aku teman saja" "Rahmah terkait perasaan mu dan perjodohan mu lebih baik kamu istikharahkan saja dulu. minta pentujuk sama Sang pemilik hati" ucap mba Rois pelan "iya mba.. kalo gitu aku pulang dulu ya..." sudah mau sore "iya, kamu hati-hati ya" ucap mba Rois sambil mengusap lembut kepala Rahmah yang tertutup jilbab Syar'i nya "assalamualaikum" ucap Rahmah "waalaikumussalam". #BUAT PARA PEMBACA TERSAYANG JANGAN LUPA TEKAN GAMBAR LOVE DAN KOMEN NYA YA...TERIMA KASIH#
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD