Setelah selesai mengerjakan sholat Maghrib dan Sholat di jamak taqdim para santri melaksanakan kegiatan memasak dan makan malam dengan kelompok nya masing-masing. Begitu pula dengan para guru yang mengasi kegiatan ini. sedangkan aku lebih memilih duduk menyendiri di salah satu kursi panjang yang ada di salah satu sisi pendopo. ku taruh tangan ku diatas meja lalu ku taruh kepalaku...
pikiran kembali pada kejadian tadi sore "kenapa si Rizki jadi emosional seperti itu ya.. padahal setau ku dia orang yang sabar, kalem, kalo meendengar cerita Rico mengenai awal mula keributan tadi sebetulnya bukan lah hal yang Rizki permalahkan, atau memang---argh sudah lah.. aku lelah aku----"
"jayyid" tiba-tiba sebuah suara memanggil nama ku, mengganggu ku yang sedang bermonolog dalam hati
"apa sih mba, ganggu orang istirahat aja" ucap ku kesal sambil memijat kening ku
"ya kamu lagian ngapain mojok disini sendirian"
"ya kali aku harus mojok sama Rahmah mba.. kan belum muhrim kita nya". Tiba-tiba orang yang ku sebut nama nya muncul dari belakang mba Rois yang membuat ku salah tingkah.
"cie... kok nama Rahmah yang di sebut, maka nya cepet halalin si Rahmah nya" ucap mba Rois sambil melihat wajah Rahmah yang sudah memerah karena ucapan ku dan ucapan nya.
"Ya Rabbb... kenapa wanita sholehah yang satu ini akhir-akhri ini selalu hadir di hadapan ku... apa dia ga tau kalo jantung ini selalu melompat-lompat setiap melihat nya" gumam ku dalam hati
Brak
"eeh dia malah ngelamun..." ucap mba Rois sambil menggebrak meja pelan
"astaghfirullah mba...ga bisa ya kalo ga bikin kaget orang?" ucap ku dengan nada kesal
"eeh.. iya Rohmah maaf aku tadi cuma becanda, jangan di masukin ke hati ya" ucap ku pada Rahmah yang takut di tersinggung karena membawa-bawa nama nya
"iya Yid, ga apa-apa" ucap Rahmah pelan dengan nada sedikit kecewa.
"kamu ga makan yid" ucap Rahmah kemudian
"aku belum lapar, nanti aja lah"
"cie yang perhatian"
"aa-apaan sih mba" ucap Rahmah sambil mencubit tangan mba Rois, sehingga yang empunya tangan meringis kesakita.
"eh yid, tadi gimana masalah nya, udah beres?" tanya mba Rois dengan wajah penasaran
"beres mba" ucap ku malas
"emang awal mula nya gimana?"
"ya salah paham aja sih... lagian kalo mba pengen tau awal mulanya gimana tanya nya bukan ke aku mba, tapi ke si Rizki" ucap ku kesal karena aku merasa di introgasi oleh mba Rois
"ya mba fikir kamu juga tau apa masalah nya, soal nya si Rizki ko bisa sampe berantem kaya gitu, padahal kan setau mba dia orang nya kalem. oh ya satu lagi. kejadian tadi kalo bisa jangan sampe terdengar sama ustadz Zakaria nanti beliau bisa marah"
"ya kalo dari cerita orang-rang disana tadi memang mereka mengakui sala, kerana memanggil-manggil _Neng_ kepada santri yang sedang lewat di hadapan mereka. nah pas itu tiba-tiba si Rizki datang langsung memukul salah satu diantara mereka. maka terjadi lah yang sudah terjadi" ucap ku dengan kata-kata asal di belakang nya.
"tapi kamu ga berantem sama mereka kan yid?" tanya Rahmah
"engga" ucap ku santai
"jangan bohong yid... tadi mba liat baju kamu kotor"
"bener mba... ga percaya amat sih..mentang-mentang dulu aku tukang berantem" ucap ku kesal.
"iya juga sih... mba juga tadi kamu ngadepin orang tenang ga pake emosi, padahal mba fikir tadi nya kamu mau maen langsung hajar" ucap mba Rois sambil cengegesan pelan.
"ya saya juga pengen jadi orang bener kali mba, kan kata mba Rois kalo saya pengen dapat jodoh yang baik saya harus jadi orang baik dulu.. sekarang saya lagi berusahan buat jadi orang baik" ucap ku sambil tersenyum dan melirik ke arah Rahmah.
"ya udah makan dulu gih sana, nanti masuk angin kamu" ucap mba Rois yang ku jawab dengan anggukan kepala kemudian berdiri meninggalkan dua makhluk yang akhir-akhir ini menjadi pengganggu hidup ku.
"ASTAGHFIRULLAH" cicit ku lirih
Flashback on
Rahmah POV
"mba tadi aku denger dari santri ada yang berantem di depan ya?, terus kata santri juga tadi Jayyid teriak-teriak sama bentak Rizki mba" tanya ku kepada mba Rois.
"kamu mau tau?" ucap mba Rois yang berbalik bertanya ke pada ku dan aku pun hanya mengangguk saja.
dan mba Rois pun menceritakan kejadian tadi sore dengan sabar kepada ku. aku yang antusian mendengarkan nya hanya mengangguk-anggukan kepala saja.
"terus Jayyid sekrang kemana mba, aku belum liat sejak tadi sore" ya kebetulan aku sedang libu sholat jadi aku tidak ikut berjama'ah.
"mba juga ga liat sih, tadi terakhir liat pas kembali dari orang-orang di depan tadi mw ke tenda nya.. tapi tadi kayanya baju nya kotor, apa dia juga berantem ya?"
"masa ga lihat mba, tadi sholat maghrib emang ga ada mba?" tanya ku kepada mba Rois
"kan waktu orang-orang sholat maghrib mba sama kamu Rahmah.. kita kan sama-sama lagi libur"
"ememm---"
"kamu cemas Rahmah?" tiba-tiba mba Rois memtong ucapkan dengan pertanyaan yang ku jawab dengan anggukan...
"kamu cinta sama Jayyid?"
"iiih apaan sih mba orang aku lagi cemas kok malah tanya hal gituan?" jawab ku sambil menutupi wajah ku yang mungkin sudah mulai memerah
"kamu kenapa Rahmah, kamu bisa cerita sama mba... kalo masalah Jayyid kamu ga usah cemas anak itu walau pun dari dulu sedikit n***l tapi dia bisa menjaga diri apalagi akhir-akhir ini mba liat dia udah banyak berubah, ya semenjak membantu di madrasah dia bukan Jayyid yang kita kenal waktu aliyah dulu jadi kamu tenangkan diri kamu"
"iya deh mba... eemm sebenar aku bingung dengan perasaan ku mba.. aku merasa berdosa mba.. karena akhir-akhir ini entah kenapa Jayyid selalu ada dalam fikiran ku. padahal aku tuh ga suka tipe laki-laki seperti jayyid mba... dia n***l, sembrono, dan yang pernah aku dengar dari teman alumni yang sekelas dengan Jayyid dia pernah punya pacar sekaligus dua di kampusnya, aku ga suka tipe laki-laki seperti itu mba!! ucap ku tegas
"terus tipe mu yang seperti apa? Rizki?" Tanya mba Rois..
"kok mba malah tanya Rizki?"
"ya pengen tau aja"
"Rizki itu laki-laki baik, agama nya bagus, sholeh, mandiri mungkin dia sosok laki-laki idaman untuk di jadikan seorang suami." ucap ku sambil menutupi rasa malu karena berkata seperti itu
"terus kamu ada rasa sama dia?" tanya mba Rois lagi
"kalo masalah perasaan, mungkin aku biasa aja sama Rizki mba"
"oh gitu..., ya udah mw mau cari Jayyid.. kamu mw ikut atau disini aja?"
"iiih mba katanya ga usah cemasin jayyid kok malah mau nyari sih??" ucap ku kesal
"mba cemas takut jayyid kembali ke masa lalu nya karena ternayata yang jayyid pikirkan itu benar"
"jayyid berfikir apa mba?"
"Jayyid berfikir bahwa dia merasa tidak pantas menjadi bagian madrasah ini karena masa lalu nya yang j***k"
"kenapa bisa gitu mba?"
"karena ada orang seperti kamu yang masih mekikirkan kejelekan nya Jayyid"
DEG
"astaghfirullah, kenapa aku menghakimi Jayyid seperti itu, padahal dia tidak pernah menyakiti ku, bahkan justru malah bersikap baik kepada ku" gumam ku dalam hati
"ya udah mau ikut atau enggak?" ucap mba Rois sambil berjalan cepat meninggalkan ku.
FlashBack OFF
author POV
kegiatan api unggun di mulai jam 19.30 para santri memulai kegiatan pentas seni di depan api unggun. ada yang tampil sebagai membawakan puisi sendiri, berdua saling lempar pantun untuk mewakili kelompok nya, ada juga yang full satu kelompok nya untuk bermain drama.. ya itu cukup menghibur bagi Jayyid merasakan lelah hari ini.
"ya untuk penampilan selanjut nya mari kita sambut pujangga kita sebuah lagu untuk kita semua... kepada abang Jayydi silahkan maju kedepan.
"Yid, di panggil maju kedepan tuh... " ucap Romi sambil menggoyang tubuh Jayyid
"gue.. maju.. mau ngapain?" ucap jayyid binggung...
"tau tuh si Reza sama mas Taslim" ucap Romi menjawab pertanyaan Jayyid di barengi oleh suara riuh memanggil nama nya.
Jayyid pun akhir nya maju ke depan api unggun dan berdiri di tengah-tengah masi Taslim dan Reza.
"eh aku mau di suruh ngapain nih maju ke depan, saya ga bisa baca puisi apalagi pantun." ucap Jayyid lirih kepada dua orang yang ada di samping kanan dan kiri nya
"et dah bang.. kan tadi gw manggil loe ke depan buat nyanyi bukan buat baca puisi apa lagi pantun... jadi lo ya kudu nyanyi" ucap reza sambil menyerahkan gitar pada Jayyid
"nyayi lagu apa gue za?" ucap Jayyid yang masih bingung
"terserah loe dah bang... yang penting bisa menghibur kita semua" ucap Reza dengan senyuman manis nya.
Dihadapan Jayyid terlihat Rahman dan Doni sedang menyiapkan sebuah kursi dan standing Mic untuk Jayyid tampil.
"oke assalamuaiakum semua nya" ucap Jayyid serasa jadi artis dadakan
"waalaikumussalam" ucap para santri dan guru-guru yang ada di hadapan Jayyid
"sebetul nya saya bingung kenapa saya di minta buat maju dan nyayi malam ini, padahal di sini di tengah-tengah kita ada mas Rizki yang mempunyai suara indah saat mengaji dan mas Taslim juga suara nya jauh lebih bagus dari saya" ucap ucap Jayyid panjang kali tinggi kali lebar
"udah ayo mulai" ucap Reza di belakang Jayyid, dan Jayyid mebalas dengan tatapan Tajam.
"baik lah sebuah lagu tentang seseorang yang mencintai dalam diam
suara riuh dan tepuk tangan terdengar saat Jayyid mulai memetik gitar nya...
------------------------------------
------------------------------------
ku hanya bisa diam, menyimpan perasaan
di dalam sebuah ruang yang ku sebut rindu
cintaku dalam diam, tentang sebuah harapan
doakan kau bahagia meski tak bersamaku
ku tak berhak tuk paksakan hatimu
jikalau kau tahu
yang ku rasakan saat ini
memaksakan hatiku ini
tuk terus mencintai walau tak miliki
menelan pahit kenyataan
ku terima segala kemungkinan
semua yang telah digariskan, ku ikhlaskan
namun dimanakah aku di dalam hatimu
---------------------------
-------------------------- (Topik Sudirman-mencintaimu dalam diam)
setelah lagu selesai terdengar suara gemuruh tepuk tangan, banyak yang tak menyangka Jayyid piawai memainkan gitar
Malam sudah semakin larut kegiatan api unggun dan pentas seni pun sudah berakhir dan para santri dan para guru pengawas sudah kembali ketempat istirahat masing.
******