WMTDS || 14

1709 Words

Shello melangkah masuk ke dalam kamar Sheryl. Kedua tangannya dilipat di depan dadanya. "Jawabanku tentu tidak. Lagipula… Aku senang tinggal di sini. Walau tak ada siapapun… Namun aku merasa tenang di sini," tutur Shello. Dia menghampiri Sheryl, berdiri di hadapan adiknya. Memberikan sebuah senyuman yang jarang dia berikan karena terlalu keras menjaga Sheryl. Shello meraih kedua tangan Sheryl dan mengusap punggung tangan adiknya menggunakan ibu jarinya. "Maafkan aku berkata kasar kemarin. Harusnya aku bisa mempercayaimu. Jika memang Leon memilih untuk tetap bersembunyi… aku akan menunggunya. Dan kau…." Shello menggantung ucapannya. Dia berbalik menatap Richard. Lalu kembali menatap adiknya. "Kau tak boleh mengelak ataupun menyembunyikan perasaanmu lagi pada Richard. Kau beruntung bert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD