WMTDS || 15

1402 Words

Tepat pukul duabelas malam. Richard hendak keluar dari kamarnya. Ia membuka pintu secara perlahan agar tak membangunkan Lincone dan Lindsay yang sialnya berada di kiri dan kanan kamarnya. Suara pintu yang berdenyit membuatnya menutup matanya sejenak. Berdoa agar tak membangunkan sang ibu dan bibinya. Dia melangkahkan kakinya dengan berjinjit agar tak menghasilkan suara langkah kakinya di lantai kayu yang menjadi pijakannya. Sial... ibuku sungguh membuatku seperti seorang maling, rutuknya dalam hati. Tapi aku memang hendak mencuri... mencuri wanitaku yang disekap oleh ibuku sendiri! Richard terkekeh sendiri dalam hatinya mengakui bahwa dirinya memang sedang melakukan misi penculikan seorang wanita yang tak lain adalah wanitanya. Lalu Richard mulai mengeluarkan sebuah kunci dari dalam s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD