Tujuh tahun kemudian.... “Kak Marmuuuuttt!!!” Suara riang anak-anak yang menyambutnya itu membuat Muti tertawa dan melambai. Ia meletakkan tasnya di bangku lalu menyapa mereka dengan riang. “Haloo, Adik-adik. Udah lama nunggunya ya?” “Udaaaahhh!!” Jawab mereka dengan serempak. “Ya udah, yuk kita langsung mulai aja. Buka buku gambarnya yaa.” Anak-anak yang rata-rata berusia di bawah dua belas tahun itu mulai membuka buku gambar mereka, lalu menyiapkan pensil dan pewarna sementara Muti menyiapkan papan gambarnya. Muti sekarang sudah berusia dua puluh empat tahun. Tiga tahun lalu, ia lulusan dari Institut Seni Indonesia jurusan Seni Rupa dan sekarang ia menjadi guru kesenian di Bakti Bangsa. Ya, kalian tidak salah dengar. Ia menjadi guru di sana. Di sekolah milik keluarga Widjaya. Ap

