Saran dari papanya itu membuat Damar tersenyum lebar. Itu adalah saran terbaik yang pernah Damar dengar hari ini. Ia tahu pasti akan ada banyak drama nantinya, tetapi Damar yakin bisa melewatinya karena semua anggota keluarganya ada di sana, dan sudah jelas akan membantunya melewati ujian terberat berwujud wanita mungil yang hobi sekali mencela orang lain. “Apa itu tidak terkesan terburu-buru?” tanya Muti dengan agak bingung. Erlangga menggeleng. “Justru dengan begini, Om rasa orang tuamu tidak akan bisa menolaknya.” Kening Muti dan Damar berkerut bersamaan sebelum Erlangga kembali menjelaskan maksud dari kata-katanya. “Saat ini Mama kamu pasti masih bisa menutupi kepergian kamu dari para tetangga. Tetapi butuh berapa lama sebelum semua orang tahu kamu kabur? Melihat dari yang pernah k

