Ketika Muti memasuki ruang depan, Damar tahu pasti ada sesuatu yang terjadi di dalam sana. Dan menilik dari matanya yang memerah, juga raut wajah Tante Dina yang mengeras, Damar menduga pasti wanita itu sudah mengatakan sesuatu yang buruk pada Muti. Amarah Damar menggelegak. Ia ingin membawa Muti pergi dari sini secepat mungkin, tetapi hanya mampu mengepalkan tangannya karena ia tidak bisa melakukan itu sekarang. Sedikit lagi. Sebentar lagi Muti akan terbebas dari neraka ini. Matanya tidak lepas dari Muti yang duduk di salah satu kursi yang jauh dari Damar. Namun, meskipun sejauh itu, Damar bisa melihat senyum terpaksa yang tersungging dari bibir gadis itu kepada orang yang menatapnya. Sungguh, rasanya menyakitkan melihat Muti harus berpura-pura tidak terjadi apa-apa seperti itu. Dulu,

