Hari sudah gelap saat Muti terbangun dari tidurnya. Selama sesaat, ia tidak menyadari di mana dirinya berada hingga akhirnya sebuah kesadaran dan ingatan tentang apa yang baru saja terjadi, membanjiri kepalanya. Ia ingat apa yang terjadi pada dirinya dan Damar, betapa indah perasaan yang Muti miliki setelah pria itu menyatukan mereka, tetapi kemudian kebahagiaan itu hancur karena Damar merasa bersalah padanya hanya karena darah. Muti duduk dan mengamati kedua pahanya yang masih telanjang. Darah di bawah kasurnya sudah dibersihkan, begitu juga dirinya. Hatinya menghangat saat menyadari jika Damar-lah yang melakukan itu. Bahkan, ketika Muti sedang tidak menyadarinya, pria itu memastikan jika dirinya akan merasa nyaman dalam tidurnya. Walaupun ia jelas sangat tidak suka dengan bagaimana pri

