Bad Scorn

1788 Words

ANGIN tipis menggangu kelopak mata yang tengah menutup, hingga membuatnya terbuka sedikit demi sedikit. Namun saat kedua katup itu sudah merenggang sempurna, pun sama saja, semuanya tampak begitu gelap. "Darrel… kau kah itu?" Disha bertanya dengan suara yang masih mengantuk. "Iya, Sayang. Ayo bangun. Mentari sudah meninggi!" Darrel yang sedari tadi menggoda istrinya yang tengah terlelap—dengan meniup wajahnya—kini mulai menyugar rambut Disha yang menghalangi kecantikannya. "Tapi aku tidak melihat apa-ap...." Disha langsung menggantung ucapannya. Terdiam untuk beberapa saat. Pun begitu dengan pria yang kini berada di atasnya. "Aku lupa kalau aku memang tidak bisa melihat apa-apa," Disha kembali bersuara, tetapi terdengar setengah tertawa. Tawa penuh arti. Seakan menertawakan dirinya sen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD