berakhir sebelum memulai

2552 Words
Setelah kejadian di lapangan futsal, aga lebih sering terlihat intens mendekati zya. Walaupun belum pernah ada pernyataan apapun dari aga kepada zya. Hal itu pula yang menjadi pertanyaan dalam benak zya ,bagaimana sebenarnya perasaan aga terhadap nya?? begitu pun aga yang terlalu besar rasa ego nyA untuk mengungkap kan nya. " bagaimana hubungan lo sama aga" tanya milen pada zya ketika mereka makan bersama di kantin bersama sheren tiara dan nina. " bagaimana apa nya??" jawab zya sambil tersipu. " jadian donk!!" seru tiara dengan ceplas ceplos nya. " huff, ga tau juga ya. gw juga bingung sendiri" jawab zya " aneh deh lo!!!" seru sheren " kok gw yang aneh, aga noh !! gw aja ga pernah tau bagaimana dia ke gw" bantah zya " lo tanya nih ama pakar nya yang pernah naklukin aga hahaha..." timpal nina sambil meledek . " maksud lo, aga belum nembak lo gitu? dengan sikap dan perhatian dia ke lo?? " cerocos tiara. " hmm... begitulah. mungkin aga memang ga pernah suka kali ama gw" jawab zya sambil memasukan makanan ke dalam mulut nya agar tak terdengar suara nya yang bergetar karena sedih. " lo duluan lah" sela milen " emang aga begitu terlalu gengsi untuk bilang sayang ke cewe. gw aja waktu ama dia gw duluan yang nyatain hahah..." jelas milen dengan sedikit malu. "hahah..." disambut zya ,sheren, dan nina bersamaan. " gila, that it's not for me!!" tegas zya " ujung ujung nya nanti gw sakit hati kaya lo len, nanti dengan alasan dia kasihan ama gw" jelas zya dengan sedikit menyindir milen. " sialan lo, ... tapi beda zya . gw liat sikap aga ke lo tuh kelihatan banget tulus nya" saut milen. Milen memang sudah banyak berubah yang tadi nya sensitif sekarang lebih asyik walaupun teman yang lain mengejek nya. " memang masih ada ya orang yang tulus???" tanya zya kepada ke tiga temannya yang duduk bersama nya. " owh...berarti lo juga ga percaya donk kalo kita ini ga tulus care sebagai temen ke lo" sheren sedikit menyindir zya " eh bukan gitu konsep nya reren " zya merayu temannya itu sambil memegang bahu nya. " maksud gw tuh, beda kalo temen insya Allah sudah pasti tulus, tapi kalo laki laki tuh agak sulit di percaya " jelas zya kepada temannya. " ribet ah gw liat drama percintaan monyet lo" sela nina "hahaha...." tawa mereka bersama. Bel berbunyi dan mereka kembali ke kelas masing masing. milen di kelas 3.1 sedangkan nina di kelas 3.5 yang di mana nina sekelas dengan aga. Sudah 2 hari ini zya tidak melihat aga, dalam benak zya " apa aga tidak masuk sekolah, atau memang aga mulai menghindari nya". karena aga tidak menghubungi nya atau sekedar memberi kabar jika tidak masuk. tapi pertanyaan nya untuk apa saling memberi kabar jika mereka zya dan aga sendiri tidak ada kepastian dalam hubungan mereka. Hari ini giliran kelas 3.1 yang mengumpulkan absen ke seluruh kelas. zya mengajukan diri dengan menunjuk sheren untuk menemani nya. Zya mengajukan diri karena ada maksud ingin mengetahui keberadaan aga. ketika tiba di depan kelas 3.5 zya ragu untuk masuk dan menyuruh sheren yang masuk meminta absen di kelas tersebut. " sialan lo ngebantalin gw. kan lo yang cari alasan kan buat tau di mana aga" ledek sheren. " huhuhu... sheren my best friend forever and ever " sambil zya menarik kedua pipi sheren . " lo aja yang masuk" pinta zya kepada teman baik nya itu " iyeee " sheren mengiyakan. zya menunggu di luar kelas sambil sesekali mengintip ke dalam untuk mendapati keberadaan aga, namun beberapa kali di periksa aga memang tak terlihat di dalam kelas, " kemana aga?" tanya nya dalam hati. sheren keluar dengan membawa kertas absen dari kelas tersebut. zya lalu merebut nya untuk mengecek apakah aga ada dalam daftar siswa yang tidak hadir hari ini, di ikuti sheren yang ikut melihat nya. ternyata memang ada nama aga dengan absen alfa ( tidak hadir tanpa alasan) " jadi dia ga masuk, kemana dia zya? " tanya sheren " mana gw tau, emang gw siapa nya. toh dia ga pernah kabarin gw. mungkin emang gw ga pernah di anggep kali" seru zya dengan nada sedikit kecewa dan kesal. Tanpa mereka sadari sambil bicara berbisik dibelakang mereka sudah ada aga yang memperhatikan mereka sambil tersenyum. " emang gw di anggep apa ama lo??" tanya aga tiba tiba hingga mengagetkan kedua siswi itu. sontak zya dan sheren kaget dan menoleh " OMG , aga!!!" kaget zya dalam hati dengan rasa malu apa yang di ucap kannya zya langsung berlalu dengan berjalan se cepat mungkin tanpa di hirau kan zya telaH meninggalkan sheren. " sialan tuh anak ya, dia yang ajak dia yang ninggalin gw" sheren ngedumel sendiri di depan aga, di sambut aga dengan tawa kecil. " lucu temen lo, jagain ya ren nanti dia nge gigitin meja lagi haha..". goda aga , disambut dengan tawa sheren sambil berlalu meninggalkan aga untuk mengejar zya. seperti biasa setelah bel sekolah telah usai zya dan teman temannya berkumpul sebentar di kantin hanya untuk sekedar berbincang dan bersenda gurau. Kali ini Milen tidak ikutan karena sudah ada janji temu dengan cowo nya ardi. Tiara dan cowo nya hendi membuat ide. " kita main ke dufan yuk, mumpum lagi promo" zya menjawab "boleh juga". disambut teman lainnya sheren dan cowo nya bobi, nina dan cowo nya nathan. " hei apa cuma gw yang jomblo di sini" celetuk zya. disambut tawa serentak dari semua temannya yang masing masing punya pasangan. " ga dimana mana gw cuma jadi obat nyamuk, untung aja tadi milen engga ajak gw bisa jadi obat nyamuk gw. nah disini jadi obat nyamuk juga" ujar zya. teman lainnya hanya bisa menertawakannya. " ya udah ajak sanu" celetuk hendi ( cowo nya tiara). "ish, yang ada dia makin gagal paham lagi. nanti di anggap nya kita kwartet date" ledek aku. " terus maunya siapa yang di ajak??" tanya sheren seraya coba menggoda ku. " ga usah, santai aja gw mah anak nya asik ko. mau lo pada pacaran gw santai siapa tau gw di sana dapet gebetan hahaha...." canda ,zya. " siapa yang mau dapet gebetan?" tiba tiba terdengar suara yang begitu zya tunggu. sontak membuat zya terdiam. " eh aga, ini ga zya mau cari gebetan . kan kita mau jalan jalan ke dufan " jelas nina sambil tertawa seraya menggoda zya yang terdiam atas celoteh nya. " owh..." jawab aga. " ah , owhh???"tanya zya dalam bathin. " mungkin memang benar aga hanya menganggap ku sebagai teman" keluh zya dalam hati. namun aga dalam hati pun kecewa, " apa zya tak pernah menganggap gw?" tanya aga dalam hati. keduanya seperti menahan gengsi nya meski sudah terlihat dekat. " ya udah ga ikut yuk" ajak hendi. nemenin zya tuh biar sama sama jadi obat nyamuk hahah..." lanjut hendi coba meledek. aga dalam hati ingin sekali ikut serta tapi rasa gengsi yang begitu tinggi enggan dia ungkap kan karena melihat zya yang terlihat cuek. " hemmm, gimana ya nanti ada yang ke ganggu lagi kan mau cari gebetan di sana" sambut aga. zya langsung menoleh ke arah aga dengan raut wajah sedikit kesal " apaan sih ga jelas lo!!" saut tiara dengan ketus sambil beranjak dari bangku kantin yang dia duduki. " udah ah gw balik bete gw" pamit zya pada teman temannya dan berlalu meninggalkan mereka. Aga yang melihat sikap zya makin bingung, " sebetulnya gimana sih zya??" tanya aga dalam bathin. " udah ga usah di gubris zya ga" sheren said pada aga. " lo ikut aja ya, besok pulang sekolah kita langsung cuss" sheren coba menenangkan dan mengajak aga yang sepertinya terlihat kecewa dengan sikap zya. " engga deh, temen lo udah bete ama gw tuh, nanti dia terganggu lagi kalo ada gw" tolak aga dengan rasa kecewa. terlihat sekali di raut wajah cute nya. " ya elah, baperan amat lo jadi cowo" ledek nathan " zya emang gitu ga, anak nya badmood an , tapi moddy nya gampang banget berubah. padahal mah pengen banget ajak lo" sheren coba membujuk aga. " liat besok aja deh" aga ber alasan meski antara mau ikut tapi kecewa dengan sikap zya. Tiba esok hari, di minggu terakhir sekolah sheren dan bobi, tiara dan hendi, nina dan nathan setelah pulang sekolah sudah berubah kostum karena mereka sudah janjian akan jalan jalan ke dufan. Bobi cowo nya sheren sudah menyiapkan kendaraan beserta sopir nya untuk mengantar mereka pergi ke taman ria, karena memang bobi lumayan tajir segala fasilitas di berikan oleh orang tua nya yang pengusaha. Namun zya masih terlihat gusar karena masih memakai seragam meski zya pun sudah membawa pakaian ganti untuk pergi. " kenapa lo engga ganti seragam? " tanya tiara. cepetan sih nanti kalo ke sorean kita ga bisa main semua wahana nya tau" tiara coba memaksa zya. " hmmm, gw ga jadi ikut ya" sahut zya dengan nada sedikit pelan. " ish apaan sih lo, bete nya ga ilang ilang" ujar sheren. zya hanya terdiam, memang dari kemarin zya sudah bete ama sikap aga. " ya udah sih ga usah pikirin aga, katanya lo mau cari gebetan haha.." goda tiara agar zya terbujuk. " hmm ,iy juga ya kalo gw ga ikut gw makin bete mikirin orang yang mungkin ga pernah peka" saut ku " gitu donk" sorak tiara " ya udah cuzz sana ke toilet ganti costum yang kece" goda sheren. setelah siap bobi ternyata menyiapkan kendaraan minimum bus agar dapat muat untuk mengangkut abg abg ini, namun nina dan nathan belum terlihat. " ish mana sih couple ribet" tiara dengan ga sabar ber celoteh. tak lama terlihat nina dan nathan dengan seragam couple nya " cie cie..." ledek zya dan lainnya kepada nina dan nathan. " gw duduk di depan aja ya samping sopir, gw ga mau di belakang di apit ama couple's ga jelas haha...." ledek zya. saat mereka hendak memasuki mobil satu persatu, terdengar suara aga, " gw mau di tinggal nih?" zya langsung menoleh dengan tersipu " aga" sambut nya dalam hati. " ikut juga kan lo bro" hendi menyambut aga dengan high five. " ya udah sekarang gw aja ya duduk di depan , samping pak rano (sopir bobi)" ujar bobi seakan paham keadaan. zya pun terdiam tanpa sepatah kata apa pun prasangka nya pada aga seketika menghilang menjadi berbunga bunga, karena zya menganggap ini first date dengan aga meskipun beramai ramai. begitu pun aga , dia turunkan ego nya, untuk mengetahui bagaimana moody zya hari ini untuk membuktikan apa yang di jelaskan sheren. Tiba di dunia fantasi layak nya bocah dari desa mereka terlihat sumringah bahkan hampir ke norak, sambil bersorak. " pertama wajib banget kita naik komedi putar" ajak tiara. Dan yang lainnya nya pun meng iyakan, zya terlihat bahagia sekali bukan hanya karena bisa jalan jalan bersama temannya, kalau bisa di bilang zya selalu healing bersama keluarga nya tapi selalu berakhir dengan keributan yang ada bukannya healing tapi membuat nya semakin sinting. Terlihat mereka sangat menikmati dari wahana satu ke wahana lainnya. sepanjang permainan pun aga lebih menunjukan perhatiannya ke zya, ketika sesaat hendak pulang terakhir Mereka mencoba wahana kincir raksasa, satu perahu di isi oleh 4 orang, zya menaiki bersama sheren dan bobi ,dan yang pastinya juga aga. Ketika sampai puncak atas terlihat sekali wajah pucat zya, hal baru dari zya yang belum di ketahui aga. Ternyata zya phobia akan ketinggian, sheren dan bobi yang mengetahui nya malah menggoda nya dengan menggoyangkan wahana tersebut membuat zya terlihat makin panik, aga yang melihat nya mendekati zya merangkul nya dan menutup mata zya dengan telapak tangannya seraya menenangkan nya. " lo merem aja yah, nanti kalo sudah di bawah gw kasih tau" ucap aga dengan lembut. Zya merasakan ketenangan berada di dekapan aga , dari kepanikan berubah menjadi detak jantung yang hebat . sheren dan bobi yang melihat nya hanya saling lempar senyum dan mengurungkan niat nya menggoda zya dan aga. walaupun dalam pikiran sheren terheran bagaimana sebetulnya hubungan zya dan aga. setelah keluar dari dufan ketika hendak pulang ke rumah masing masing aga mengajak mereka semua untuk makan dahulu sebelum mereka kembali ke rumah masing masing dan di iya kan oleh para abg itu. Tiba hari senin , sekolah pun dimulai kembali untuk menghadapi serangkaian ujian kelulusan. aktivitas seperti biasanya yang di lakukan siswa pada umumnya belajar dan pergi ke kantin untuk sekedar jajan dan bersenda gurau ketika jam istirahat. Hanya pada jam istirahat zya dan aga bertemu , namun zya kembali overthinking pada aga karena sikap aga yang terlihat hanya melempar senyum jika bertemu. zya merasa beda setelah perlakuan manis aga sewaktu diatas kincir kincir yang coba menenangkan kannya. Namun bagi aga sikap yang di tunjukan pada zya sudah cukup menunjukan rasa sayang nya pada zya, namun tetap saja zya merasa belum ada kepastian dari aga. " sebetulnya aga menganggap ku sebagai apa?" selalu pertanyaan itu yang terlintas di pikiran zya ketika melihat aga. Aga seperti tak ada tanda untuk mengajak nya ngobrol berdua ,apalagi sekedar mengajak nonton seperti pasangan lainnya. Aga tidak melakukan nya karena aga berfikir beda seperti cowo kebanyakan, dia terlihat cuek dan cool sebagai cowo. Seminggu sebelum menghadapi ujian sekolah para siswa kelas 3 di wajibkan mengikuti pelajaran tambahan. saat kelas zya di bubarkan pulang terlihat kelas nya yang paling akhir untuk di bubarkan karena zya melihat kelas yang lain terlihat sepi, matanya melirik keatas lantai 2 seraya mencari aga, " kemana aga? apa dia sudah pulang?" tanya nya dalam hati. zya makin berfikir aga seperti menghindari nya. Setelah berjalan keluar melewati gerbang sekolah zya tersadar dia melupakan catatan yang di pelajari nya tadi untuk di pelajari nya di rumah. " guys, gw balik dulu ya ke kelas ada yang ketinggalan " zya berkata kepada teman temannya dan menyarankan mereka untuk pulang duluan tanpa menunggu nya ,toh arah pulang mereka juga berlawanan. Zya mendapat kan buku nya yang tertinggal dan bergegas segera pulang karena sekolah terlihat benar benar sudah kosong dari para siswa dan guru. ketika hendak menutup pintu kelas nya seperti terdengar suara dari kelas sebelah, yaitu kelas 3.1 ( kelas milen) "seperti ada yang sedang menangis " ucap zya berbisik sendiri. dan berjalan mengendap hendak mengetahui siapa yang sedang menangis. Ketika zya berusaha mencari tau mengintip dari jendela paling belakang kelas, membuat hati nya begitu sakit terlihat aga yang sedang mengusap punggung milen yang sedang menangis. Bagai petir di siang bolong " apa apaan itu, apa gw sedang di khianati, tapi di khianati oleh siapa toh gw dan aga tak pernah ada komitmen apapun" bahkan rasanya zya sedih tapi tidak bisa menangis karena begitu terasa sesak nya. Saat zya hendak berbalik agar tidak melihat kelanjutan yang di lakukan aga dan milen, zya mendengar suara milen. " aga , asal lo tau mau ama siapa pun gw berhubungan lo tetep yg terbaik ga. lo first love gw" ucap milen pada aga sambil sesegukan karena menangis. Deep banget yang di ucapkan milen terhadap aga, itu yang di pikirkan zya, " apa memang selama ini gw yang telah hadir di antar mereka, gw perusak. di saat begitu benci nya gw akan orang ketiga ternyata gw sendiri adalah orang ketiga di antara milen dan aga" pikiran zya makin kacau hingga tak terasa mengalir setetes air mata di pipi nya. Tanpa ingin mendengarkan respon aga terhadap milen, zya memilih berbalik pulang dan tak mendengar nya Yang nanti nya akan membuat nya semakin kecewa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD