Zya terjatuh pingsan karena menahan rasa lemas nya dari upacara tadi, dengan cekatan aga yang semakin mendekat ke arah zya melihat zya berjalan dengan tertatih menghampiri zya yang langsung tergulai lemas . Aga langsung menangkap dan zya terjatuh pingsan di pelukan aga. sambil menepuk pelan pipi nya aga memanggil manggil nama zya agar tersadarkan, namun zya urung tak sadar juga.
Sanu dan deni yang saat itu berjalan bersama aga menyarankan aga untuk membopoh tubuh zya bersama, namun aga mengurungkan saran dari kedua teman dekat nya itu, aga langsung membopoh tubuh mungil zya sendiri tanpa bantuan kedua temannya. Aga berfikir tubuh zya tidak ada yang boleh menyentuh nya selain dirinya.
terdengar suara samar samar memanggil nama zya dengan pandangan yang masih buram, zya mencoba membuka matanya perlahan. terlihat wajah pertama kali, wajah yang begitu lama ingin zya lihat ya wajah aga yang terlihat gusar, ketika melihat zya tersadar aga bergegas mengambil segelas teh hangat yang sudah di pegang oleh teman yang juga berada di UKS aga segera menyuruh zya untuk menegak nya, setelah menegak nya.
" ngapain lo disini??" tanya zya dengan ketus
tanpa peduli dengan sikap zya yang ketus, aga memberikan zya sepotong roti untuk di berikan kepada zya agar zya makan mengisi perut zya yang kosong. Namun zya menepis nya hendak menolak pemberiannya. Aga bersikeras dengan memaksa zya membuka mulut nya dan menyuapi nya. Perasaan zya semakin ruwet antara badan yang masih lemas dan juga masih terasa getaran di d**a nya yang di iringi sesak karena di dekat aga.
" minggir, gw mau balik aja" usir zya pada aga hendak turun dari tempat tidur UKS .
" plizz , lo masih lemes gitu badan lo" tegas aga
" kuat ko gw, ga ada kata lemah dalam hidup gw" sinis zya
" terus tadi yang pingsan siapa???" aga coba perjelas
" kecil kecil badan lo berat juga ya" jelas aga coba mulai berani menggoda zya, Sebelumnya jangan kan bicara untuk menggoda seperti ini saja aga tidak pernah. Zya coba berdiri bergegas memakai sepatu dan mengambil tas nya , " sebaik nya gw langsung pulang" gumam zya dalam hati.
" mau kemana?" tanya aga sambil meraih tangan zya.
" pulang" tegas zya sambil coba melepaskan tangan aga.
" gw anter" lanjut aga menawarkan
" walaupun lo nolak , gw akan tetep ikutin lo sampe rumah" tegas aga
dengan rasa coba untuk tidak peduli dengan perkataan aga, Zya berlalu bergegas pulang , sambil berjalan perlahan ternyata aga memang mengikuti berjalan di belakang zya seperti khawatir tubuh zya yang masih lemas akan terjatuh lagi di jalan. walaupun jarak rumah zya dan sekolah hanya beberapa blok kenapa serasa lama bagi zya mungkin karena langkah nya yang masih berat... namun entah mengapa rasa nya memang tak ingin segera sampai rumah karena di ikuti dari belakang oleh aga walaupun itu tanpa sepatah mereka berjalan seperti berbaris tanpa sepatah kata apapun.
Tiba di depan pagar rumah zya yang tinggi zya coba menekan bel agar di buka kan oleh mbak mirna, karena adik zya, zayn juga pasti juga mengikuti kegiatan 17 agustus di sekolah nya, mama zya pun sepertinya sekarang lagi cari kesibukan kumpul dengan ibu ibu komplek jadi panitia 17 an sedang kan papa zya , hemmm seperti biasa semenjak ketahuan punya keluarga baru dia makin jarang pulang , namun ketika pulang hanya terjadi keributan.
Tak lama mbak mirna membuka pintu pagar rumah zya.
" ka zya kenapa ? kelihatan lemas banget" tanya mirna.
" mbak zya tolong ajak masuk ya, bikinin makanan tadi zya abis pingsan di sekolah" jelas aga pada mbak mirna.
" heh apa apaan nih, siapa dia merintahin mbak mirna " gumam zya dalam hati.
" gw langsung balik ya, lo istirahat aja dulu" ucap aga sambil mengusap rambut zya. entah mengapa tubuh zya yang lemas mendadak kaku ketika aga mengusap kepala nya , dan aga membalikan badannya ...
" ga , makasih ya" ucap zya dengan pelan , entah mengapa sikap zya yang sebelumnya ketus terhadap aga seketika melembut.
Aga menoleh balik ke arah zya sambil tersenyum tipis dan berkata " jangan lupa istirahat ya"... hmm bikin meleyot deh lalu aga berlalu hingga tak terlihat lagi.
sepanjang hari zya tertidur pulas bahkan belum pernah zya merasakan tidur yang nyaman dan se nyenyak ini di rumah. mungkin karena sikap dan perhatian aga tadi.
Tak sabar rasa nya ingin segera masuk sekolah, mungkin ingin selalu melihat wajah aga yang selalu terngiang akan sikap manis nya kemarin, pagi pagi zya sudah bersiap berangkat ke sekolah.
Tiba di pintu gerbang sekolah jantung zyw terus berdebar membayangkan bagaimana sikap nya nanti jika bertemu aga, tidak mungkin zyw akan bersikap ketus seperti sebelumnya setelah perlakuan manis nya terhadap zya kemarin. sambil berjalan memasuki area lapangan yang terlihat ramai oleh para siswa siswi yang juga berdatangan ke sekolah pagi ini ,sambil melirik ke atas lantai 2 berharap aga ada di sana. hehe...
tiba di kelas zya di sambut oleh kedua sahabat nya seakan akan ingin memburu nya dengan segudang pertanyaan,
"gimana??" tembak langsung tiara
" heh, tanya dulu tuh keadaan zya" sewot sheren kepada tiara.
" ya pasti sehat ,segar ,bugar lah hahaha..." saut tiara sambil tertawa
" gw aja langsung seger ,waktu hendi (pacar tiara) perhatian ama gw. apalagi zya di perhatiin bahkan pingsan di pelukan aga , cowok nomer 1 yang di idola in satu sekolah ini" cerocos tiara
mendengar ocehan tiara zya langsung tersipu malu, " apa iy gw jatuh di pelukan aga? " tanya zya dalam hati karena memang saat itu zya tak sadar kan diri.
" lo tau ga zya, betapa khawatir nya aga . dia bopong lo sendirian padahal di situ ada sanu dan dani tapi aga yang angkat lo sendirian. bahkan di ruang UKS dia ga beranjak sekali pun dari lo sampai lo sadar, bahkan gw aja mau coba bantuin lo tapi di halangi oleh aga" cerita sheren
"masa sih??" tanya zya.
" gila lo, masih nanya masa!!" sewot tiara.
" jelas banget sih zya, sikap aga ke lo. bahkan sanu pun melihat aga seperti itu sampai mundur perlahan, kita semua tahu kan sanu suka sama lo walaupun beberapa kali coba deketin lo selalu gagal" perjelas sheren.
" pasti lah, sanu jadi minder secara rival nya sahabat sendiri dan cowo paling keren di sekolah kita " ujar tiara.
" gw jadi ngerasa ga enak" saut zya
" ga enak kenapa??" kompak tiara dan sheren bertanya
" gw khawatir hubungan mereka jadi renggang gara gara gw" jelas zya pada kedua sahabatnya ini.
" setahu gw sifat cowo ga kaya gitu deh, mereka lebih gentle, balik lagi tergantung cewe nya ambil sikap dan engga kasih PHP (pemberi harapan palsu)" sheren coba jelaskan pada zya. Zya pun hanya terdiam memikirkan apa yang di katakan kedua sahabatnya ini.
" Btw, hari ini kita kelas bebas loh. soal nya kan hari ini final dari semua perlombaan di sekolah, dan kelas kita masuk final dalam pertandingan bola siswa cowo nya" sheren said.
" ow ya" zya terkagum
" iy, dan lo tau ga lawan kelas kita di final kelas berapa?" tanya tiara pada zya
" ya ga tau lah gw, kan kemarin gw langsung pulang" saut zya
" kelas 3.5" jawab tiara
" kelas aga" bathin zya
" lo pasti bingung mau dukung siapa, hahaha...." ledek tiara
" sialan lo, ya pasti gw dukung kelas kita lah. Emang aga siapa gw? toh gw tidak ada hubungan apapun sama aga" pertegas zya pada tiara dan sheren
namun mereka hanya menggoda zya sambil menurunkan bibir bawah mereka bersamaan.
" Will see" saut sheren.
Pertandingan final bola akan segera di mulai zya pun sudah tak sabar ingin segera menontonnya di lapang futsal sekolah, entah tidak sabar menonton kelas zya yang akan bertanding atau sekedar ingin melihat aga bertanding pikirnya.
para siswa siswi mulai menempati bangku bangku di pinggir lapangan , Yang sepertinya akan terjadi Pertandingan sengit, namun sepertinya para siswi baik seangkatan ataupun junior menonton hanya sekedar melihat aga bermain. sepertinya same to zya. Pertandingan belum di mulai sebagian pemain mulai berkumpul di pinggir lapangan namun aga belum juga terlihat sambil melirik ke sekitar tak di temukan juga wajah cute milik aga. sebelum di mulai zya pamit pada teman di samping kanan dan kiri nya, tiara dan sheren untuk ke kantin sekedar membeli minuman soft drink dan cemilan untuk menonton pertandingan nanti. Zya pun berjalan sendiri ke kantin , zya tak membiarkan sheren dan tiara ikut ke kantin agar mereka tetap menempati bangku mereka agar tak di tempati siswa lainnya yg tidak kebagian tempat duduk. Memasuki kantin yg terlihat sepi hanya ada beberapa siswi junior yang berada di kantin karena sebagian besar sudah ada di pinggir lapangan, mata zya tertuju di warung pojok kantin yang biasa zya dan teman temannya sering jajan di situ, zya melihat aga sedang duduk sambil minum segelas air berwarna yg terlihat menyegarkan. " aga" panggil zya namun hanya di dalam hati. tersadar aga melihat ke arah zya dan melempar senyum nya kepada nya, hatinya meleyot bange.
Zya memberanikan diri untuk menghampiri nya dan akan membuat alasan untuk membeli minuman dan cemilan di kantin itu. " hai" sapa zya dengan manis kepada aga
" lo udah sehat, kan hari ini kelas bebas. kenapa ga istirahat aja di rumah " saut aga
" hmm, apa ini kenapa aga jadi sweet dan perhatian gini sih. kan jadi geer gw" meleyot zya dalam hati
" sehat kok gw, kemarin karena belum makan aja, udah gitu harus berdiri lama di lapangan kan" jelas zya
" hmmm, yakin udah sehat atau memang mau lihat gw tanding aja ya?" aga coba menggoda nya
" ish, geer banget lo!! gw aja baru tau kalo kelas gw masuk final lawan kelas lo" bantah zya dengan wajah tersipu.
" ok, " jawab aga sambil tersenyum
" terus lo bakal suport siapa ?" lanjut aga bertanya pada zya
" ya kelas gw lah, masa lo" zya coba membantah pernyataan aga.
" kan gw bilang suport kelas siapa, kenapa lo bilang nya kelas lo dan gw ? haha..."
" omg gw terjebak ama mulut ku sendiri" sambil menepuk bibir zya pelan
disambut dengan tawa kecil aga.
" ok, gw duluan ya ke lapangan tuh udah ada siaran pemain suruh kumpul" aga said.
" ok" sahut zya sambil aga berlalu menuju lapangan
namun zya sontak memberhentikan langkah aga sebelum menjauh
" ga , semangat ya" zya coba mengatakan nya dengan menekan rasa gengsinya, dan aga menoleh sambil tersenyum seperti biasa yang selalu bikin zya bergidik....
pertandingan pun di mulai, memang terlihat jelas banyak sekali yang mendukung kelas 3.5 karena memang ada bintang nya di situ yaitu aga. Dan pertandingan di akhiri dengan kemenangan kelas aga, its ok walaupun kelas zya kalah tapi setidaknya nya kelas zya jadi runner up. Aga pun telah berhasil mencetak 2 gol dalam pertandingan tersebut, terlihat lelah dan keringat yang mengucur deras di wajah aga, karena kulit putih nya wajah aga terlihat memerah karena terik nya matahari di lapangan, rasanya ingin sekali zya mengusap keringat nya .
Tapi hal yang mengejutkan hingga semua pandangan tertuju kepada zya. Aga menghampiri zya sambil merampas minuman yang sedang zya pegang
" bagi gw haus" dengan enteng nya tanpa rasa sungkan dan di lihat semua siswa di lapangan.
" ishh maen rampas aja" desis zya meskipun hati zya sangat bersorak ria.
Namun ada rasa tidak enak di hati, milen memperhatikan sikap aga terhadap zya, namun kali ini bukan dengan raut wajah marah namun terlihat kecewa dan sedih. milen mungkin memang sudah memiliki ardi yang tak kalah cute dari aga namun juga tajir melintir, namun zya sangat paham di hati milen terdalam masih ada aga di situ karena bagaimana pun aga adalah first love buat milen. Namun karena sikap milen yang dahulu selalu posesif dan selalu merasa di agungkan oleh para cowo membuat aga muak karna sikap nya yang kecentilan sehingga aga memutuskan nya.