Semester baru sudah di mulai setelah libur panjang kenaikan kelas. Selama liburan pun zya lebih memilih berlibur di rumah kerabat nya untuk menghindar dari konflik keluarga yang tak pernah usai, bahkan tak tahu sampai kapan.
Hari pertama masuk sekolah di kelas 3 menengah pertama zya mendapati kelas 3.1 zya tetap sekelas dengan sheren dan tiara serta beberapa teman lainnya yang sebelumnya dari lain kelas, namun tidak dengan aga. Aga berada di kelas 3.5, entah antara senang dan kecewa, yg pasti zya tidak akan terlibat hal yang bakal mengecewakan atau ketidakpastian dari sikap aga.
Beberapa hari sekolah sikap milen pun berubah semakin akrab dengan zya bahkan mereka sering hangout bareng meskipun mereka tidak pernah membahas yang lalu. Namun banyak pertanyaan dalam hati zya setiap hangout dengan Milen, Milen selalu bertemu dengan cowo yang berbeda bukan dengan aga. " ada apa dengan hubungan mereka?" jawaban itu selalu terbenak di pikiran zya, namun zya urung menanyakan nya pada Milen.
walaupun 1 sekolah setelah kelas 3 zya dan aga jarang sekali berpapasan bahkan hampir tidak pernah kecuali di saat upacara bendera hari senin ( karena setiap siswa di wajibkan upacara). namun jika berpapasan pun zya berusaha menghindar. untuk menghindari konflik salah paham dengan Milen. zya mengesampingkan perasaannya karena niat nya hanya untuk mencari teman sebanyak banyak nya agar bisa melupakan rasa rumit dalam keluarganya.
"zya...." panggil milen dari kelas sebelah, karena kelas zya dan milen bersebelahan. milan kelas 3.1 yang berada di lantai 1 dekat dengan ruang guru. namun kelas 3 lainnya terdapat di lantai 2.
zya menoleh karena terdengar suara milen memanggil nama nya.
milen menghampiri zya dengan sumringah. " pulang sekolah temenin gw yuk" ajak milen
" kemana?" tanya zya.
" ke rumah ardi" jawab milen
" ardi?" tanya zya kembali
" iy ardi, yang waktu itu gw kenalin ke lo. yang sekolah di smp harapan bangsa" perjelas milen
" hmm" seru zya karena mengingat nya, milen selain cantik memang dia anak yang supel mudah bergaul baik di sekolah maupun di luar sekolah sehingga tak akan sulit dia mendapatkan cowo.
" ok lah" jawab zya kembali seraya meng iyakan ajakan milen.
di kantin saat jam olahraga selesai zya, tiara, sheren dan teman se kelas lainnya jajan di kantin.
"ada apaan milen manggil lo tadi" tanya tiara
" hmmm, dia ngajak gw main ke rumah teman cowo nya yang sekolah di harapan bangsa" jawab zya menjelaskan kepada tiara dan sheren.
"wajar lah, cewe se cantik milen dan sepopuler dia pasti ga akan tahan men jomblo" ujar sheren.
sontak zya langsung tersedak mendengar ucapan sheren.
" apa lo bilang? ga tahan jomblo?" zya coba mengulang pernyataan sheren.
" ehhh... iy lah , lo ga tau dia jomblo sudah game over ama aga?" pertegas sheren.
" hmmm gimana sih lo sekarang selalu kemana mana ama milen tapi ga tau status dia, tapi emang sih kalo lingkungan sekolah tau nya milen masih berhubungan sama aga, itu hanya di lingkupan anak anak cowo yg suka nongkrong di lantai 3 aja yang tau. itupun gw tau nya dari cowo gw" sela tiara , sambil menjelaskan dengan singkat dan jelas.
sheren menyenggol zya dengan bahu nya sambil mengangkat kedua alis nya serta menatap tajam kepada zya.
" apaan??" tanya zya atas kode yang tidak jelas dari sheren. namun hanya di balas senyum menggoda dari nya.
" ahh ketinggalan gosip lo. mereka tuh sebenarnya udah putus lama bahkan sebelum kelas 3, jadi pas mereka balikan kelas 2 itu mereka langsung putus lagi selang beberapa hari aja" lanjut tiara menjelaskan. zya dan sheren saling tatap dan tertawa...hahaha.....
" nih orang ya update banget urusan orang" ledek zya pada tiara.
" sialan lo , emang gw bigos apa, ( biang gossip)" sela tiara
hahah.... kembali tertawa zya dan sheren
" tapi bener sih zya, mereka tuh ribut di depan anak anak yang lain waktu jam bebas di lantai 3, milen tuh sampe mohon mohon supaya aga ga mutusin dia, di depan anak anak loh. ih kaya ga bakal laku aja kalo putus dari aga" perjelas sheren.
" lo tau juga? kok ga pernah cerita" tanya zya sinis pada sheren.
" emang lo mau denger? bukannya lo sendiri yang bilang ga mau tau tentang urusan mereka berdua lagi , ribet" jelas sheren sambil menirukan gaya bicara zya saat itu.
" jadi selama ini aga dan milen udah putus" bergeming zya dalam hati.
Tiba pulang sekolah zya bergegas karena milen sudah menunggu untuk mengajak nya ke rumah ardi. Lalu zya dan milen di persilahkan masuk oleh ardi di rumah megah nya, dimana memang ardi dari keluarga yang berada ternyata kedua orang tua nya adalah seorang dokter, milen memang ahli di bidang pencari cowo, selain harus good looking cowo itu juga pasti tajir melintir.
Layak nya obat nyamuk, zya hanya melihat milen dan ardi yg bersenda gurau, kemudian zya pamit untuk melihat ke kolam ikan yang ada di rumah ardi agar diri nya tidak terlihat jelas seperti kambing conge.
sore pun tiba zya mengajak milen untuk balik. Lalu mereka pulang memesan taksi online karena arah rumah zya dan milan searah, meskipun awal nya milen menolak tawaran ardi untuk diantar dengan mobil yang di sopirin oleh pekerja rumah nya.
dalam perjalanan pulang milen bercerita.
" finally,...ardi nembak gw" jelas sheren. zya tidak merasa kaget mendengar nya, karena memang terlihat jelas ardi tergila gila dengan milen.
" menurut lo gimana?" lanjut milen bertanya ke pada zya.
"lah lo nanya gw, yang ngejalanin lo" seru zya.
"hehe iy juga ya, tapi gw udah nerima dia kok" seru milen.
" lah lo udah jawab pake nanya gw, rada rada lo ya?" ujar zya sambil meledek milen.
" sialan lo" jawab milen di sambut tawa. memang milen berubah sikap semenjak berteman dengan zya. Banyak teman lainnya yang bicara seperti itu , semenjak bergaul dengan zya, milen terlihat lebih santai tidak arogan dan terlihat tidak posesif lagi karena predikat nya sebagai primadona sekolah.
" gw udah putus ama aga" tiba tiba milen ber ucap. Zya pun tersentak bukan karena pernyataan milen namun karena pengakuan nya yang selama ini milen tutupi dari zya, entah mengapa.
" terlihat bagaimana sikap aga ke lo, awal gw ga terima. tapi sekarang gw tau kenapa. so, sekarang cuek aja oke zya" lanjut milen.
" ngomong apa sih lo??" tanya zya heran
namun milen malah menjawab dengan senyum simpul.
" len, lo denger ya gw lebih butuh banyak temen gw ga ngutama in cowo, dan gw lebih nyaman untuk berteman dengan mereka. yang lalu menurut gw lo salah paham banget" perjelas zya pada milen, karna terlihat jelas bagaimana pun milen masih menaruh perasaan pada aga, meskipun di mulut milen menerima ardi pasti di hati nya masih ada aga karna bagaimana pun aga first love nya dan bagaimana pun juga aga memang lebih mempesona, dengan postur lebih tinggi dari ardi yg pasti aga ideal nya cowo yang di dambain semua cewe, termasuk zya.
" hmmm, Will see" saut milen seperti memberi kode petunjuk ada apa sebenarnya.
" udah lah ya, gw turun duluan dah sampe, see u besok milen" pamit zya sambil menuruni taksi online, dan milen yang lanjut melaju dengan taksi online karena rumah nya yang berjarak beberapa ratus meter lagi.
setelah 2 bulan memasuki sekolah di semester pertama ini sekolah mengadakan acara 17 agustus an, berbagai lomba di adakan dari olahraga , pensi, paskibra, dan lain lain. Zya sendiri saat upacara 17 an di tunjuk sebagai ketua paduan suara , karena memang zya dikenal oleh guru guru sangat menyukai seni suara, meskipun masih ada beberapa temen yang lain memiliki suara yang lebih bagus, namun nilai plus zya karena diri nya mahir bermain alat musik.
sebelum berbagai macam lomba sekolah memulai upacara kenaikan bendera merah putih terlebih dahulu, zya yang sedikit nervous karna harus bersiap diri menjadi dirjen di paduan suara nanti , zya urungkan untuk tidak sarapan . Karena kalau nervous zya pasti merasa mules.
Di tengah upacara selama upacara berjalan terdapat beberapa siswi yang pingsan, mungkin karena pidato kepala sekolah yang sangat panjang. Di tambah mungkin beberapa siswi yang pingsan belum sarapan lalu di jemur berdiri selama upacara lumayan lama. begitu pula dengan zya.
"alhamdulillah gw masih stay berdiri , harus kuat zya" ucap zya pada dirinya sendiri.
Sampai tiba upacara selesai, akhirnya zya dapat menyelesaikannya dengan bangga walaupun perut keroncongan dan kaki lumayan pegel, namun ternyata belum kelar urusan zya. Zya di minta teman teman di uks untuk membantu teman teman yang belum sadar karena pingsan saat upacara tadi. Dan ternyata milen dan tiara juga salah satu dari siswi yang pingsan zyw coba membantu mereka memberikan teh manis hangat untuk menghantarkan perut mereka yang kosong sambil memberikan minyak angin kepada mereka. hingga mereka tersadar , namun zya sendiri tanpa sadar badannya semakin lemas. Bergegas zya keluar ruang UKS yang berada di samping kelas nya, zya bergegas menuju ke kantin untuk mencari sesuatu yang dapat zya masukan ke perutnya yang kosong . Ketika keluar dan menuju kantin berjalan di depan zya berlawanan arah kepada zya, seseorang yang sudah lama tak terlihat meski mereka satu sekolah, yang tak ingin zya lihat meski dirinya ingin sekali melihat nya meski hanya sebentar. Namun makin mendekat sosok itu semakin buyar pandangan zya, dan semakin gelap lalu bugg...