Suasana berbeda sangat terasa di kamar Bintang setelah kepergian Bagas. Bintang terus saja menatap lekat Rayu yang tengah sibuk di depan laptopnya. Sejak kemarin Rayu mengeluhkan deadline yang sudah menunggunya. Bintang sudah menawarkan bantuan untuk membantu, namun perempuan itu menolak mentah-mentah. Alih-alih menerima bantuan Bintang, Rayu malah memberikan ceramah dan omelan panjang lebar. Membuat kuping Bintang panas sekaligus bahagia karena ada yang memperhatikannya. Bintang tahu, Rayu begitu mengkhawatirkan kesehatannya. Meski berulang kali Bintang menegaskan kalau dirinya sudah membaik, tetap saja tidak mudah untuk membantah semua titah Rayu. Akhirnya Bintang memilih duduk manis sambil menikmati wajah cantik Rayu. Kondisi Bintang sendiri mulai membaik. Sekarang sudah ban

