“Aku ingin kita menikah secepatnya.” Ujar Bintang yakin. “Bin, ini pernikahan loh. Kita tidak bisa tergesa-gesa. Aku juga belum mengatakan semuanya kepada Ayah dan Bunda.” Rayu seketika gelagapan. “Bukankah kemarin Ayah sama Bunda sudah tahu tentang kita? Kamu bilang, kamu sudah bicara pada mereka kalau kamu dan Bagas memutuskan pertunangan kalian.” “Iya. Kalau itu tentu saja aku sudah membicarakannya. Tapi aku belum menyampaikan apapun tentang rencana kita untuk menikah. Lagian kan kamu juga baru bilang sekarang tentang pernikahan. Kemarin-kemarin nggak ada tuh obrolan ini.” Rayu memberengut sedikit kesal. “Oke Rayu sayang. Aku ngaku deh kalau aku yang salah. Habis mau bagaimana lagi. Aku sudah benar-benar tidak sabar untuk segera menikah denganmu. Kalau boleh sih, aku maunya besok.”

