"Aya mau melakukan pendekatan sama public figure, Den. Kamu ada ide?" "Buat apa, pak?" Deni mengerutkan kening mendengar permintaan Rangga. "Menarik perhatian saat kampanye. Partai ada kasih tahu kamu? Apa Elisa atau Bunga kasih tahu kamu?" "Belum ada kabar itu. Bisa jadi public figure yang ada di partai sendiri, jadi nggak perlu bayar lagi." "Kayaknya memang begitu." "Pak, Fikri kemarin hubungi saya. Viona bertemu dengan salah satu bagian dari H&D. Viona datang dengan tangan kosong, pihak mereka meminta proposal yang ingin kita tawarkan." "Proposal?" Deni menganggukkan kepalanya "H&D ini bergerak di apa?" "Perumahan dan pabrik yang di Karawang." "Pabrik...pabrik bisa mengarah ke permasalahan buruh dan limbah. Kita mengarah ke pabriknya saja." Membayangkan jika bisa masuk

