"Nggak ada saya pulang, Den? Saya sudah merindukan anak-anak ini." "Maaf, pak. Jadwal anda padat disini, Bu Aya akan datang besok untuk menemani anda pertemuan dengan ketua partai." Rangga mengusap wajah kasar setelah menatap kamar yang ditempatinya "Saya harus disini? Kamar ini sendirian?" "Bapak mau Mbak Viona atau Mbak Dina? Saya akan menghubungi salah satu dari mereka dan menjemputnya, sebelum Bu Aya datang besok." Deni bertanya dengan nada sopan. "Dina. Viona sudah tadi siang. Aya datang jam berapa besok?" "Setelah Raina pulang." Menghitung waktu yang akan dihabiskan dengan Dinda, tampaknya memang cukup menuntaskan hasratnya, menemaninya berada didalam kamar. Agenda yang membuat pusing dan menguras tenaga, keberadaan Dina akan sangat membantu. Membuka berkas dengan Deni ya

