20

1106 Words

"Buka usaha? Nggak semudah itu, Vi." "Aku tahu. Rangga bilang aku pikirkan baik-baik mau buka apa. Kepikiran buka toko emas, secara emas nggak mungkin berhenti." "Nggak salah, tapi nggak toko emas juga." Tya menggelengkan kepalanya "Gimana kalau buka daycare? Kamu ajukan kerjasama ke H&D Group, Kak Silvi yang megang kendali penuh dalam proses daycare sedangkan kamu dibalik meja." "Daycare? Memang aku bisa? Aku mau yang simple, Ya." "Itu simple. Libatkan Kak Silvi dalam melangkah, pengalaman yang dipunya bisa menjadi penarik banyak orang, apalagi kamu dalam kerjasama dengan H&D." Viona terdiam mengingat pertemuannya dengan Boy "Aku habis ketemu Boy." "Boy sepupunya Dona? Anaknya Tante Tari?" Viona menganggukkan kepalanya "Bahas masalah Rangga?" "Ya. Bodohnya aku tanpa persiapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD