"Tumben lama sembahyang, yah. Ngapain aja jadi lama?" Anandhiya pun langsung saja meluncurkan kalimat pengentaraan, ketika sang suami baru menempatkan diri di sisi kanannya. "Aku habis meditasi bentar tadi, Sayang." Danan menyahut dalam gaya bicara santai sembari mengarahkan cepat atensi ke wajah cantik sang istri. Ia juga mengedip manja beberapa kali guna mengguyoni wanita itu. "Kenapa emang, Mama Dhiya? Pasti udah merasa kangen berat sama Papa, ya? Ngaku aja, nggak apa-apa. Dengan senang hati menerima." Danan lanjut meloloskan untaian kata demi katanya yang sarat akan godaan. "Sembarangan! Enak aja! Kebiasaan nggak hilang dan masih suka over confident!" sindiran sengaja terlolos dari mulut Anandhiya dengan seruan lumayan panjang. "Adem rasanya meditasi. Lebih damai gitu diriku, N

