Bagian 04 - Memulai Perjalanan

1064 Words
“Sepertinya di sini adalah tempat yang aman,” ucap Elswyth setelah pergi meninggalkan tepi sungai dan mencari tempat untuk bersembunyi di balik semak-semak belukar yang kini menutupi keberadaan dirinya. Beberapa meter lagi orang-orang itu akan melewati tempat Elswyth bersembunyi saat ini. Rasa takut mulai muncul dalam diri Elswyth. Ini adalah pertama kalinya bagi Elswyth untuk mengikuti manusia hingga ke kota nantinya. Ia juga takut jika ia akan diketahui oleh manusia dan ia khawatir jika Elswyth akan ditangkap oleh mereka. Tidak lama kemudian satu persatu orang-orang itu melintasi Elswyth. Elswyth tidak tahu ada berapa banyak manusia yang sedang berjalan di depannya saat ini. Namun ia bisa memastikan jika jumlah mereka lebih dari sepuluh orang. Elswyth yakin jika masih ada orang-orang lagi di belakang mereka. Setelah rombongan tersebut melintas, kini waktunya Elswyth untuk beraksi. Elswyth perlahan mengikuti mereka di balik semak-semak yang ada di pinggir jalan setapak tersebut. Elswyth mematuhi petunjuk dari ibunya. Ia diam-diam mengikuti kemanapun manusia-manusia itu melangkah. “Sebaiknya kita berhenti sejenak di sini,” ucap salah satu orang dari gerombolan tersebut. Elswyth yang mendengar hal tersebut seketika ia panik. Ia mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. Ia takut jika salah satu dari mereka menemukannya. Elswyth bersembunyi di tempat yang jaraknya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari gerombolan itu. Elswyth istirahat di balik pohon besar yang menutupi tubuh mungilnya. Sesekali ia juga meminum air dari botol kuno milik ayahnya. Ayahnya memberikan botol tersebut kepada Elswyth saat ia berusia sepuluh tahun. Ada banyak barang-baang yang diberikan oleh Harley kepada Elswyth seperti tas selempang kain, baju, sepatu, dan lain sebagainya. Barang-barang tersebut saat ini Elswyth pakai dan ia bawa sampai ke kota nantinya. Ia berharap saat bertemu dengan sang ayah, ayahnya mampu mengingat semua pemberiannya kepada Elswyth. “Apakah kau tahu dengan cerita di hutan ini?” tanya salah satu gerombolan yang sedang beristirahat dan berbincang santai. Diam-diam Elswyth mendengarkan percakapan mereka. Ia juga penasaran dengan cerita yang akan diceritakan oleh orang tersebut. “Aku tidak mengetahui banyak hal tentang kota ini dan pulau ini. Ceritaapa yang akan kau bicarakan?” “Konon katanya, di hutan ini terdapat seorang penunggu yang merupakan seorang peri cantik. Sayangnya, belum ada satu orangpun yang dapat menemukan keberadaan peri tersebut Orang itu hanya sekilas melihat seorang wanita cantik yang sedang berada di hutan ini,” ujar salah satu dari mereka. Setelah mendengar hal tersebut, ada rasa khawatir yang menyerang diri Elswyth. Ia langsung teringat akan ibunya. Elswyth terus menguping pembicaraan mereka. Elswyth sangat penasaran dengan pembicaraan mereka saat ini. “Apakah kau serius? Namun bagaimana jika itu hanya seorang warga yang sedang pergi ke hutan ini untuk bertapa?” “Entahlah, aku hanya mendengar dari cerita orang-orang saja. Orang tersebut juga mengatakan bahwa tidak ada satupun penduduk Arshville yang memiliki paras seperti wanita tersebut. Aura yang dipancarkan oleh wanita tersebut sangat berbeda dengan wanita-wanita yang ada di Arshville. Aku yakin jika wanita tersebut adalah seorang peri atau seorang bidadari.” Orang-orang yang ada di gerombolan tersebut makin penasaran dengan cerita mengenai penunggu hutan Atwood ini. “Lalu bagaimana kelanjutannya?” tanya salah seorang warga lagi. “Kelanjutannya adalah…wanita itu tiba-tiba menghilang. Sepertinya ia memiliki kekuatan super. Maka dari itu tidak ada satupun orang yang dapat menemukan keberadaannya.” Elswyth semakin yakin jika yang mereka bicarakan adalah ibunya. Rasanya Elswyth ingin sekali kembali menemui ibunya dan mengatakan jika ada orang-orang yang mengetahui bahwa ada seorang peri yang tinggal di hutan ini. Namun janjinya pada ibunya menghalangi Elswyth untuk menyampaikan kabar tersebut. Elswyth hanya bisa pasrah semoga saja ibunya dalam keadaan yang baik-baik saja hingga ia kembali nantinya. *** Pembicaraan mereka terus berlanjut hingga langit mulai menggelap. Setelah itu segerombolan orang tersebut melanjutkan perjalanannya. Elswyth mengikuti mereka kembali. Kali ini Eslwyth akan lebih berhati-hati. Ia tidak bisa menggunakan penerangan sedikitpun. Jika ia menggunakan penerangan, pasti orang-orang itu akan menemukannya. Ia hanya mengandalkan kefokusannya dan kejelian matanya. Malam semakin larut dan suara aneh pun terdengar. Meskipun Elswyth sudah terbiasa dengan suara-suara ini, namun yang Elswyth rasakan berbeda. Kali ini suasana di hutan ini lebih mencekam. Ia merasa seperti ada orang yang sedang mengamatinya. Hal tersebut menyebabkan kefokusan Elswyth sedikit goyah. Sedikit saja Elswyth tidak fokus maka akan terjadi hal yang fatal, entah ia akan terjatuh, terguling, atau yang lain. Cahaya rembulan menemani perjalanan Elswyth malam ini. Tak lupa dengan bintang-bintang yang bertebaran di atas langit. Rasanya Elswyth ingin berhenti sebentar dan menatap indahnya malam ini. Lagi-lagi ia tidak bisa melakukan hal tersebut. Perjalanan yang ia tempuh belum selesai. Entah sampai kapan ia akan sampai di Arshville. Satu hal yang baru saja Elswyth ketahui adalah bahwa pulau Esther ini sangat luas. Bahkan ia tidak tahu apakah ia sudah keluar dari hutan Atwood atau belum. Semakin lama jalanan semakin landai dan tidak securam sebelumnya. Rimbunan hutan pun tidak terlalu lebat seperti sebelumnya. Sepertinya sebentar lagi ia akan keluar dari hutan ini. Sebuah kesialan menimpa Elswyth. Sebuah hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Elswyth. Saat hendak melintas, tiba-tiba di hadapan Elswyth ada seekor ular yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Elswyth dan ular tersebut seperti hendak berpapasan. Melihat Elswyth, ular tersebut merasa keberadaannya sedang terancam. Dengan cepat ular tersebut menghampiri Elswyth. Elswyth sangat panik melihat hal tersebut. Ia tidak mau menyakiti ular tersbeut dengan kekuatannya. Jika Elswyth melawan, pasti Elswyth akan tergigit oleh ular tersebut. Jika Elswyth putar balik, maka ia akan kehilangan rombongan tersebut. Satu-satunya hal yang terpikirkan olehnya adalah keluar dari tempat persembunyiannya. Elswyth langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan mencoba bersembunyi ke tempat yang lain. Sayangnya rombongan orang-orang tersebut merasakan keanehan di balik semak-semak belukar yang ada di samping mereka. Mereka langsung menghentikan langkahnya dan melihat apa yang sedang terjadi di balik semak-semak tersebut. Dan benar saja, tidak lama kemudian ada seorang perempuan yang keluar dari semak-semak tersebut. Kini keberadaan Elswyth sudah diketahui oleh segerombolan manusia-manusia yang ada di hadapannya. Elswyth langsung diam di tempat. Ia seketika lupa dengan tujuan awalnya untuk mencari tempat persembunyian yang baru. Orang-orang tersebut berbondong-bondong menghampiri Elswyth. Merasa panik dan tidak tenang, Elswyth seketika mengeluarkan kekuatannya yang menyebabkan segerombolan orang tersebut terpental dan terjatuh. Ia tidak sadar telah melakukan hal tersebut. Elswyth berpikir jika manusia-manusia tersebut akan mencelakai dirinya. Padahal kenyataannya, manusia-manusia itu hendak menanyakan dan menolong Elswyth. Sayangnya, perbuatan yang baru saja Elswyth lakukan menyebabkan mereka mengurungkan niatnya untuk menolong Elswyth. “Sial!” ucap Elswyth atas kebodohan yang sudah ia perbuat. Padahal sebelumnya ia sudah berjanji untuk tidak mencelakai manusia. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD