Bagian 03 - Awal Perjalanan

1177 Words
Keesokan harinya, Eudora membangunkan Elswyth tepat setelah matahari terbit. Dalam kondisi yang masih mengantuk, Elswyth membuka kedua bola matanya. Elswyth terlihat linglung karena kesadarannya belum pulih seratus persen. “Ada apa, ibu? Mengapa ibu membangunkanku sepagi ini?” Eudora tersenyum menatap Elswyth. “Selamat bertambah usia, Elsie. Kau sudah genap delapan belas tahun,” ucap Eudora. Elswyth yang tadinya masih linglung dan mengantuk, tiba-tiba matanya langsung berbinar seketika. Mata Elswyth berkaca-kaca. Ia tidak menyangka bahwa usianya sudah delapan belas tahun sekarang. Artinya ia sudah dewasa. Sebentar lagi ia akan memenuhi janjinya kepada sang ibu untuk mencari keberadaan ayahnya. “Terimakasih, ibu. Terimakasih karena sudah menjagaku dengan baik selama delapan belas tahun.” Elswyth memeluk Eudora dengan erat. Ia sangat menyayangi ibunya. Eudora pun membalas pelukan dari Elswyth itu. Eudora juga mengecup kepala dan kening Elswyth. “Elsie, ada yang ingin ibu katakan padamu.” Elswyth penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh ibunya. Ia kini melepaskan pelukannya dan menatap ibunya. “Apa yang ingin ibu katakan padaku?” “Ibu memberitahumu suatu hal bahwa sebentar lagi, orang-orang akan melewati hutan ini. Kau harus bersiap-siap dari sekarang. Tunggulah mereka di seberang sungai. Mereka akan melintasi sisi sungai.” Ucapan Eudora membuat Elswyth sedih. Ia belum siap secepat ini berpisah dengan ibunya. Ia juga merasa takut untuk pergi seorang diri. Selama ini ia tidak pernah pergi seorang diri, terlebih lagi ia akan pergi ke kota yang sangat asing bagi Elswyth. “Ada apa?” tanya Eudora sambil menatap Elswyth lekat-lekat. Airmata Elswyth mulai luruh. Ia langsung jatuh ke dalam pelukan sang ibu. “Ibu, aku belum siap pergi sekarang. Aku takut ibu, aku takut. Bagaimana jika nantinya aku tidak bisa menemukan ayah? Bagaimana jika nantinya ada hal buruk yang terjadi pada ibu? Bagaimana aku bisa menolong ibu nantinya?” Dengan sigap Eudora menutup mulut Elswyth pertanda supaya Elswyth tidak berbicara hal-hal yang buruk lagi. “Apa yang kau katakan, Elsie? Kau akan baik-baik saja, ibu percaya itu. Kau akan menemukan ayah nantinya. Kau tidak perlu khawatir dengan kondisi ibu nantinya. Ibu akan baik-baik saja, Elsie. Ibu sudah tinggal di hutan ini sangat lama. Ibu mengenal baik tempat ini dan hal-hal yang menyertainya. Kau fokus saja pada tujuanmu pergi ke Arshville, Elsie.” “Tapi…” Eudora memotong ucapan Elswyth. “Sudahlah, Elsie. Kau harus bersiap-siap sekarang. Ibu akan mengantarmu ke sisi sungai. Setelah itu kau akan pergi sendiri.” “Bagaimana jika ada manusia yang menemukan keberadaanku, ibu?” Elswyth masih saja khawatir bagaimana ia akan pergi nantinya. Kecemasannya kini meningkat pesat. Bahkan kini pikirannya diisi oleh hal-hal yang buruk. “Membaurlah seperti yang ibu ajarkan. Dan jangan katakan jika kau berasal dari tempat ini. Katakanlah kau berasal dari suku pedalaman yang ada di Esther.” “Di mana aku akan tinggal di Arshville? Aku tidak mengetahui bagaimana kondisi kota itu, ibu.” Eudora belum sempat memikirkan hal tersebut. Eudora terdiam dan sedang berpikir bagaimana Elswyth nanti akan tinggal di Arshville. Tak lama kemudian, Eudora menemukan jawabannya. “Ayahmu pernah bercerita kepada ibu jika seseorang bekerja di rumah yang mewah, biasanya mereka akan diberikan tempat tinggal. Coba carilah rumah-rumah mewah yang ada di Arshville kemudian kau bekerja di sana. Setidaknya kau akan memiliki tempat tinggal.” “Pekerjaan seperti apa itu, ibu? Aku tidak mengetahui banyak hal mengenai pekerjaan.” “Entahlah, tapi kau bisa melihat sekelilingmu bagaimana mereka mengerjakan pekerjaan tersebut. Kau adalah gadis yang cepat belajar dan memahami suatu hal, Elsie. Kau pasti akan bisa melakukannya.” Elswyth sebenarnya masih ragu bagaimana kehidupan yang akan ia jalani di Arshville nantinya. Namun ia harus percaya dengan ibunya. Seperti kata ibunya jika Elswyth bisa melakukan itu semua. Elswyth harus melakukan ini semua demi sang ibu. Bagaimanapun juga ia akan melakukan seperti arahan dari Eudora. “Baiklah. Aku sudah siap sekarang.” Dengan kekuatan Elswyth, ia bisa menyiapkan apapun dalam sekejap. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tidak akan menggunakannya untuk melawan manusia. Ia akan menggunakan kekuatannya untuk hal-hal yang tidak merugikan oranglain. Meskipun Elswyth belum mengetahui sepenuhnya sifat-sifat manusia, namun ia yakin jika tidak semua manusia itu bersifat jahat. “Baiklah, ikuti ibu sekarang.” Eudora berjalan mendahului Elswyth dan Elswyth mengikuti Eudora di belakangnya. Mereka berdua keluar dari tempat persembunyian mereka. Mereka berjalan menuju sungai yang dimaksud oleh Eudora. Jarak tempat tinggalnya dengan sungai itu tidak begitu jauh. Namun harus melewati rimbunnya hutan dan semak-semak. Mereka berharap jika tidak ada manusia yang mampu melihat mereka saat ini. Sampailah mereka di tepi sungai. Sungai ini tidak terlalu dalam dan arusnya tidak deras, malah sungai ini cenderung tenang. “Pergilah ke seberang sana, Elsie. Tunggulah manusia yang akan melintasi jalan setapak tersebut. Bersembunyilah di balik semak-semak. Ikuti mereka dengan perlahan dan jangan sampai kau kehilangan jejak mereka. Hanya merekalah yang akan menjadi pemandumu untuk sampai ke Arshville,” Eudora terus memberi petunjuk dan arahan kepada Elswyth. Tentu saja supaya Elswyth tidak mengalami masalah yang besar nantinya. Elswyth memeluk Eudora sekali lagi sebagai salam perpisahan. “Ibu, aku akan segera pulang menemui ibu dan aku berjanji aku akan membawa ayah untuk menemui ibu.” Eudora ikut meneteskan airmata. Ia merasa berat untuk melepaskan Elswyth. “Jaga dirimu baik-baik, Elsie. Ibu akan menunggumu pulang. Jika kau tidak bisa menemukan ayahmu, kau pulang saja, kau bisa mencarinya di lain waktu. Ibu hanya ingin kau kembali dalam keadaan yang baik.” Elswyth melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepalanya. “Tidak, ibu. Aku sudah berjanji akan pulang dengan membawa ayah. Jika aku belum bisa menemukan ayah, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mencarinya. Aku tidak akan pulang sebelum menemukan ayah.” “Tidak, Elsie. Ibu mengijinkanmu pergi mencari ayahmu, namun kau juga harus memikirkan keselamatanmu. Pulanglah jika kau tidak menemukan jawaban atas apa yang sudah kau cari.” “Maaf, ibu. Aku sudah berjanji akan membawa ayah pulang. Bagaimana pun juga aku akan menemukannya,” ucapan Elswyth tidak bisa dibantah lagi oleh Eudora. Bahkan Eudora tidak tahu harus mengatakan apalagi. “Baiklah, jika itu yang kau mau. Berjanjilah pada ibu jika kau akan pulang,” Eudora sudah kehabisan kata-kata untuk meyakinkan Elswyth jika keselamatan dirinya yang paling penting. “Baik, ibu. Aku berjanji.” Tidak lama kemudian, dari kejauhan terlihat segerombolan manusia yang sedang berjalan berbaris. Itu artinya, sebentar lagi orang-orang itu akan melintasi jalan setapak yang ada di depan sana. “Pergilah,” suruh Eudora. Elswyth berusaha untuk terlihat tenang dan meyakinkan dirinya jika semuanya akan baik-baik saja. “Baik, ibu. Aku pergi dulu. Jaga diri ibu baik-baik.” “Hati-hati, Elsie.” Dengan kekuatannya, Elswyth terbang rendah untuk melewati sungai ini. Dalam waktu yang singkat, ia sudah sampai di tepi seberang sungai ini. Ia melambaikan tangan tanda perpisahan kepada ibunya. Elswyth menuruti perkataan ibunya untuk bersembunyi di balik semak-semak. Kini wujud Elswyth sudah tidak terlihat oleh Eudora. Elswyth sudah pergi ke tempat lain untuk menjalankan rencananya. Eudora menyeka airmata yang tadi sempat menetes. Ia tersenyum dan berkata, “semoga Elswyth dapat menemukan Harley. Dan semoga saja Harley sudah mulai menjalankan rencananya.” Eudora meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke tempat persembunyiannya. Kini Eudora akan tinggal sendiri sementara waktu sampai Elswyth kembali. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD